Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

BOE McCafferty Cemaskan Penguatan Lanjutan Sterling

Selasa, 25 Februari 2014 17:34 WIB
Dibaca 671

Monexnews - Penguatan sterling lebih lanjut akan menjadi sebuah kecemasan dan berpotensi membuat Bank of England menunda kenaikan suku bunga, menurut petinggi BoE Ian McCafferty dalam sejumlah komentar berpengaruh dari bank sentral belakangan ini mengenai penguatan pound. Terdorong oleh pemulihan ekonomi Inggris, sterling telah menguat lebih dari 10% terhadap mata uang lainnya dalam kurang dari setahun, dan pada awal bulan ini sterling menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 5 tahun.

"Jika sterling terus menguat, saya akan menjadi semakin cemas," ucap McCafferty dalam wawancara Senin siang. "Hal tersebut sudah jelas menjadi pertimbangan dari kondisi moneter perekonomian secara keseluruhan untuk menentukan langkah kebijakan moneter yang tepat untuk kedepannya," ucapnya.

Bank sentral telah menekankan bahwa pihaknya tidak tergesa-gesa dalam menaikkan tingkat suku bunga, poin yang kembali ditekankan oleh McCafferty, namun rebound di luar perkiraan pada tingkat pertumbuhan ekonomi tahun lalu telah memicu ekspektasi bahwa BoE mungkin akan mengetatkan kebijakan lebih dulu dari Federal Reserve AS atau European Central Bank. Pada awal bulan ini Bank of England mengatakan hanya akan menaikkan suku bunga saat ada pelemahan pada perekonomian Inggris, yang mana masih belum pulih dari krisis keuangan. Kondisi moneter, gabungan dari market interest rates dan nilai tukar mata uang – juga memainkan peran besar pada keputusan BoE.

"Menurutku penguatan sterling saat ini bukanlah masalah besar bagi para eksportir Inggris. Namun jika sterling terus menguat…. Maka menurutku itu adalah sesuai yang memerlukan studi lebih dekat," ucap McCafferty. McCafferty menambahkan bahwa perusahan kecil memerlukan mata uang yang stabil untuk menembus pasar luar negri, bagian penting dari rencana pemerintah Inggris untuk kembali menyeimbangkan perekonomian menuju ekspor dan menguatkan pemulihan ekonomi negara.

"Jika kita melihat 30 tahun silam, mereka telah mencoba menembus pasar dengan sterling pada level yang stabil, dan setelah mereka berhasil selama 1 atau 2 tahun, tiba-tiba saja semua margin mereka habis." McCafferty menolak untuk menyebutkan level spesifik sterling terhadap dollar atau euro yang akan menjadi kecemasan. "Saya tidak memiliki target untuk nilai tukar mata uang."

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar