Rabu, 20 September 2017

world-economy  World Economy

BOJ Diklaim Masih Punya Ruang Pelonggaran Moneter

Jumat, 20 Februari 2015 14:14 WIB
Dibaca 642

Monexnews - Bank of Japan sudah meluncurkan stimulus besar-besaran pada bulan Oktober lalu. Namun bukan berarti kebijakan moneter longgar harus berhenti sampai di situ. 

Pendapat itu dilontarkan oleh Tim Riset Daiwa Institute of Research. Menurut ekonom Daiwa, bank sentral kemungkinan bisa mencapai target inflasi 2% di tahun fiskal 2015 (yang berakhir Maret 2016). Banyak orang memang menilai BOJ sudah melakukan segalanya untuk mendorong roda perekonomian, namun Chief Ekonom Daiwa, Mitsumaru Kumagai, mengatakan celah untuk kebijakan baru masih ada. Kalau stimulus terdahulu tidak bekerja, bank sentral dapat memborong aset-aset berisiko seperti obligasi regional atau produk yang terkait dengan indeks saham JPX-Nikkei 400, yang relatif memberikan return tinggi.

Seperti diketahui pada Oktober 2014 bank sentral mengeluarkan stimulus untuk mempercepat laju inflasi. Adapun langkah pelonggaran moneter yang diambil oleh BOJ yaitu:

- Meningkatkan monetary base menjadi 80 triliun yen per tahun.
- Meningkatkan pembelian ETF dalam 1 tahun dari 1 triliun yen menjadi 3 triliun yen.
- Meningkatkan pembelian J-REIT dalam 1 tahun dari 30 miliar yen menjadi 90 miliar yen.
- Memperpanjang jatuh tempo rata-rata kepemilikan obligasi JGB dari 6-8 tahun menjadi 7-10 tahun.
- BOJ akan mengikutsertakan JPX-Indeks Nikkei 400 dalam program pembelian aset.

Sementara data yang dihimpun dari BOJ terungkap bahwa:

- Kepemilikan obligasi JGB akan mencapai 297 triliun yen pada akhir 2014.
- Monetary Base akan menjadi 275 triliun yen pada akhir tahun 2014.
- Kepemilikan ETF akan mencapai 3,8 triliun yen pada akhir 2014.
- Kepemilikan J-REIT akan mencapai 180 miliar yen pada akhir 2014.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar