Sabtu, 22 Juli 2017

world-economy  World Economy

BOJ: Inflasi 2% Tidak Bisa Diwujudkan Secara Instan

Kamis, 28 Februari 2013 13:38 WIB
Dibaca 536

Monexnews - Dewan Kebijakan Bank Sentral Jepang kembali memperkuat komitmen penetapan target inflasi sebesar 2%. Namun begitu otoritas mengakui bahwa dalam implementasinya, pencapaian target bukan sesuatu yang mudah. 

"Saya tidak mengubah persepsi saya tentang inflasi, akan tetapi patut diingat kalau penerapannya pasti sulit," urai anggota dewan Takahide Kiuchi di hadapan pelaku bisnis kota Yokohama hari ini. Komentarnya muncul setelah pemerintah mengajukan nama Kepala Asian Development Bank, Haruhiko Kuroda, sebagai calon kuat gubernur Bank of Japan dan Profesor Kikuo Iwata sebagai deputinya. Kedua sosok tersebut sudah jauh hari sesumbar dapat mewujudkan target inflasi 2% hanya dalam dua tahun.

Kenaikan drastis target inflasi menandai berakhirnya trend penurunan harga konsumen di Jepang. Sebelumnya, bank sentral hanya mengincar lonjakan harga sebesar 0.9% di tahun fiskal 2014. Selama ini Kiuchi sendiri merupakan satu dari sedikit tokoh di dewan BOJ yang sangat pro dengan kebijakan moneter longgar. Akan tetapi ia pesimis jika target inflasi 2% dapat diimplementasikan secara cepat. Pasalnya, level tersebut jauh di atas kisaran yang konsisten dengan upaya penciptaan stabilitas harga. Apabila tetap dipaksakan, Kuichi memperkirakan efeknya justru sangat kecil atau tidak dirasakan pelaku ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi dan ekspor Jepang sedang lesu, sehingga penetapan target inflasi secara ekstrim bisa mengganggu kredibilitas dari kebijakan itu sendiri dan menghambat komunikasi dengan pasar keuangan. Oleh karena itu Kiuchi lebih memilih untuk menaikkan target inflasi sejalan dengan tanda-tanda kemajuan ekonomi ketimbang memaksakannya.

"Mengacu pada asumsi tersebut, pencapaian target inflasi 1.0% lebih realistis dan bisa membuat kebijakan moneter jadi efektif," tambah Kiuchi. Jika nantinya BOJ benar-benar dipimpin oleh wajah baru Kuroda dan Iwata, maka terdapat dua kemungkinan yang bisa terjadi. Analis dan trader memperkirakan BOJ akan mengambil langkah drastis percepatan ekonomi dengan peluncuran rencana baru atau hanya akan memperkuat kebijakannya saat ini sampai periode tertentu.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar