Minggu, 17 Desember 2017

world-economy  World Economy

BOJ Iwata Optimis Terhadap Perekonomian

Rabu, 10 September 2014 10:55 WIB
Dibaca 580

Monexnews - Wakil Gubernur Bank of Japan Kikuo Iwata pada hari Rabu kembali menegaskan keyakinan bank sentral bahwa perekonomian dapat pulih dari keterpurukan, mengatakan bahwa masyarakat dan perusahaan akan menaikkan tingkat belanja seiring dampak dari kenaikan pajak penjualan bulan April lalu mereda. Iwata mengakui bahwa lemahnya sektor kespor dan meningkatnya beban pada masyarakat akibat kenaikan pajak menimbulkan resiko terhadap outlook, namun mengatakan membaiknya tingkat permintaan global dan tingkat upah akan mempertahankan negara perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut dalam jalur pemulihan yang moderat.

"Quantitative dan qualitative easing (QQE) dari kami telah memiliki dampak sesuai ekspektasi kami pada perekonomian. Seiring siklus output, pendapatan dan belanja yang positif dipertahankan, dampak dari pelonggaran moneter akan menguat," ucapnya dalam pidato di Kanazawa, kota di perfektur Ishikawa di Jepang tengah.
Perekonomian Jepang berkontraksi dengan laju tahunan 7.1% pada kuartal kedua, kontraksi terbesar sejak krisis keuangan global di tahun 2009 lalu, akibat dampak kenaikan pajak penjualan di bulan April. Hal tersebut meningkatkan keraguan pada pasar bahwa BOH dapat mempercepat laju inflasi konsumen, yang saat ini berada pada 1.3%, menuju targetnya pada 2% di tahun depan.
Bagaimanapun juga, Iwata mematahkan pandangan bahwa laju kenaikan tingkat upah masih lemabat kendati stimulus besar-besaran dari BOJ, mengatakan bahwa perlu waktu bagi para perusahaan-perusahaan yang terbiasa dengan deflasi dan enggan menaikkan upah, untuk mempertimbangkan menaikkan gaji pokok. Ia juga tidak setuju dengan kebanyakan analis sektor swasta yang mengatakan inflasi konsumen akan melambat seiring dorongan dari pelemahan yen mulai memudar, mengatkaan bahwa tidak ada sejarah korelasi yang kuat antara yen dan inflasi. "Faktor terbesar di balik laju kenaikan harga adalah peningkatan permintaan dalam perekonomian yang sebagian adalah dampak dari kebijakan moneter kami," ucapnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar