Kamis, 14 Desember 2017

world-economy  World Economy

BoJ Kuroda: ECB akan Mengambil Tindakan Jika Resiko Deflasi Muncul

Senin, 25 Agustus 2014 17:19 WIB
Dibaca 666

Monexnews - Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda tidak memperkirakan zona euro akan jatuh ke dalam deflasi namun dirinya yakin bahwa European Central Bank akan mengambil langkah untuk menghilangkan resiko tersebut jika ada, menurut salah satu suratkabar Italia. Kuroda, dalam wawancara dengan Corriere della Sera, mengatakan bahwa kecemasan utamanya adalah krisis di Ukraina, yang menegangkan hubungan pihak Barat dengan Rusia dan memicu sanksi perdagangan yang melukai negara perekonomian di Eropa dan Rusia. Bagaimanapun juga, blok zona euro kemungkain tidak akan jatuh ke dalam jurang deflasi seiring ekspektasi inflasi jangka panjang masih positif dan perekonomian kawasan sedang pulih secara bertahap, meski dalam laju yang sangat lambat, ucap Kuroda dalam wawancara yang dirilis pada hari Senin.

"Oleh karena itu, saya yakin bahwa Presiden ECB Mario Draghi akan melakukan segalanya yang diperlukan untuk mencegah resiko deflasi jika muncul di Eropa," ucapnya. Dalam komentarnya yang paling tegas hingga hari ini, Draghi pada hari Jumat lalu mengatakan bahwa ECB akan menggunakan semua alat kebijakan yang tersedia untuk meenghadapi tingkat inflasi yang terlalu rendah jika paket kebijakan yang diadopsi bulan Juni lalu gagal untuk mendorong tingkat permintaan. Kuroda mengatkan pengalaman Jepang menunjukkan seberapa berbahayanya deflasi dan menambahkan bahwa Bank of Japan (BoJ) akan memperpanjang program quantitative easing miliknya bahkan hingga melewati tahun fiskal yang dimulai pada April 2015 jika inflasi gagal mencapai target 2% pada waktu tersebut.

"Dengan laju inflasi Jepang sebesar 1.3% hari ini, kita sudah berada di setengah perjalanan," ucap Kuroda. Ia mengatkan perekonomian Jepang sedang pulih pada kuartal ini setelah keterpurukan di kuartal kedua akibat kenaikan pajak penjualan di bulan April, yang mendorong konsumen untuk memajukan pembelian sebelum kenaikan pajak. "Tingkat konsumsi kembali ke level normal saat ini dan untuk kuartal ketiga kami memperkirakan adanya pemulihan pada GDP. Sehingga pemerintah akan melanjutkan dengan kenaikan pajak penjualan kembali di bulan Oktober."

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar