Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

world-economy  World Economy

BOJ Kuroda Tidak Melihat Adanya Sinyal 'Currency War'

Jumat, 20 Maret 2015 16:23 WIB
Dibaca 488

Monexnews - Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda pada hari Juamt membantah pandangan bahwa program stimulus moneter besar-besaran oleh negara maju memicu "perang mata uang" untuk devaluasi nilai tukar mata uang yang kompetitif. Bank sentral di seluruh penjuru dunia, termasuk di Asia seperti Korea Selatan dan India, telah mengikuti langkah Jepang dan zona euro dalam melonggarkan kebiajkan guna mendongkrak pertumbuhan. Kuroda mengatakan dirinya tidak melihat adanya sinyal ketegangan antara negara maju dan berkembang mengenai pergerakan nilai tukar mata uang, membantah pandangan bahwa negara-negara sedang berlomba-lomba untuk melemahkan mata uang untuk membuat sektor ekspor mereka lebih kompetitif.

Saya tidak melihat adanya perang mata uang sedang berlangsung saat ini, ucap Kuroda pada konferensi pers pada Foreign Correspondents' Club of Japan di Tokyo. Menurutnya langkah kebijakan moneter oleh Federal Reserve, BOJ dan European Central Bank telah diambil untuk mencapai target stabilitas harga mereka masing-masing, dan bukan untuk melemahkan mata uang. Sementara pada bank sentral tidak mengakui, pelonggaran kebijakan moneter seperti yang telah dilakukan oleh BOJ dan ECB telah melemahkan mata uang mereka, memberikan channel transmisi utama untuk memicu pertumbuhan. BOJ mendapat kecaman dari sejumlah kompetitor dagang Jerpang setelah diadopsinya kebijakan "quantitative and qualitative easing" (QQE) di tahun 2013 memicu pelemahan yen.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `