Selasa, 23 Mei 2017

world-economy  World Economy

BOJ Pertahankan Kebijakan, Output Industri Melemah

Selasa, 7 Oktober 2014 13:00 WIB
Dibaca 566

Monexnews - Bank of Japan (BOJ) pada hari Selasa mempertahankan kebijakan stimulus moneternya, namun menyuarakan nada yang lebih pesimis terhadap perekonomian, memperingatkan adanya pelemahan pada output pabrik. Sesuai perkiraan, BOJ mempertahankan janji menaikkan base money dengan laju tahunan sebesar 60-60 trilyun yen (343 - 400 milyar pound) melalui pembelian obligasi pemerintah dan aset beresiko. Namun bank sentral merevisi turun prnilaian terhadap output infustri, mengakui bahwa kenaikan pajak penjualan bulan April lalu menimbulkan dampak yang lebih buruk dari perkiraan pada perekonomian. Fokus akan tertuju pada briefing pasca pertemuan oleh gubernur BOJ Haruhiko Kuroda nanti siang. Sebelumnya, Kuroda mengatakan siklus positif ekonomi Jepang masih berjalan, namun memperingatkan potensi resiko erhadap pertumbuhan dan menekankan bahwa bank sentral siap untuk melonggarkan kebijakan kembali jika perekonomian dan harga berada di bawah proyeksinya. 

"Benar bahwa dampak kenaikan pajak penjualan terhadap perekonomian kian berlarut-larut. Ada juga dampak dari cuaca musim panas yang buruk," ucap Kuroda pada parlemen. Kenaikan pajak penjualan Jepang menjadi 8% dari 5%, terhitung bulan April lalu, telah menyeret perekonomian Jepang, yang mana berkontraksi dengan laju tahunan sebesar 7,1% pada kuartal kedua. Bank sentral telah mempertahankan kebijakan moneter sejak merilis stimulus pada April tahun lalu, dengan target mencapai target inflasi sebesar 2% dalam waktu sekitar 2 tahun.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar