Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

BOJ Pertahankan Stimulus Dengan Inflasi Yang Masih Stagnan

Kamis, 30 April 2015 12:04 WIB
Dibaca 376

Monexnews - Bank of Japan menahan diri dari peningkatan stimulus moneter walaupun setelah inflasi bergerak stagnan, dengan Gubernur Haruhiko Kuroda yakin bahwa inflasi akan bangkit karena dampak dari harga minyak yang murah telah memudar.

Bank sentral mempertahankan rencana untuk memperluas basis moneter sebesar 80 triliun yen ($672 miliar) per tahun, hasil tersebut sesuai dengan perkiraan sebagian besar analis. Pada hari ini juga, BOJ akan menghadirkan perkiraan inflasi dan pertumbuhan terbaru dan Kuroda akan melakukan konfrensi pers.

Penahanan kebijakan saat ini berikan Kuroda waktu untuk mengukur apakan pelemahan di China dak AS pada kuartal terakhir akan berbalik setelah penguatan di pasar kerja Maerika dan stimulus China. Pada saat yang sama, keputusan hari ini,  setelah bukti dari penurunan dalam belanja konsumen dan output industri di bulan Maret telah menggarisbawahi kelesuan dalam rebound ekonomi Jepang, meningkatkan resiko dari eskalasi tekanan politik untuk berbuat lebih.

Analis dari satu lembaga riset di Tokyo mengatakan abhwa pemulihan jelas telah mengecewakan. Kuroda saat ini bisa menunggu mengingat tanda-tanda positif, seperti kenaikan upah dan dukungan dari harga minyak yang lebih murah, namun itu menjadi pertanyaan kapan, bukan jika, dia mengambil tindakan lebih lanjut.

Tingkat inflasi yang diukur oleh BOJ, yang diluar harga makanan segar dan dampak dari kenaikan pajak penjualan tahun lalu, diperkirakan akan bertahan di level 0% di bulan Maret untuk bulan kedua beruntun. Pemerintah akan merilis data pada hari Jumat.

 

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar