Rabu, 25 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

world-economy  World Economy

BOJ Tidak Akan Respon Penurunan Harga Minyak Dengan Tambahan Stimulus

Jumat, 12 Desember 2014 20:59 WIB
Dibaca 571

Monexnews - Bank of Japan menepis gagasan bahwa dibutuhkan tambahan stimulus moneter untuk mencegah penurunan harga minyak dalam beberapa bulan belakangan ini menyeret turun laju inflasi, menurut sumber dekat. Untuk saat ini, petinggi BOJ menilai bahwa penurunan harga energi mungkin akan menekan laju inflasi konsumen untuk sementara waktu, namun nantinya akan mendorong perekonomian dengan memicu inflasi, menurut sumber tersebut. BOJ masih belum sepakat mengenai seberapa banyak kapasitas yang harus ditambahkan bank sentral pada program pembelian obligasi pemerintahnya, menurut sejumlah sumber. Penurunan pada harga minyak ke level rendah 5 tahun bulan ini memperbanyak hambatan bagi Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda dan koleganya seiring mereka mencoba mencapai target inflasi sebesar 2% tahun depan. Diskusi mengenai upah antara pengusaha dan pimpinan buruh akan penting untuk mengukur outlook laju inflasi konsumen, menurut sumber tersebut.

“BOJ kemungkinan tidak akan menambah stimulus di bulan Januari," ucap Hiroaki Muto, ekonm pada Sumitomo Mitsui Asset Management Co. “Mereka akan beralasan bahwa harga minyak akan memiliki dampak positif terhadap perekonomian dan revisi mereka terhadap outlook inflasi hanya sedikit.” Petinggi BOJ ingin menghindari persepsi bahwa bank sentral akan mengambil langkah saat harga minyak turun, ucap sumber. Pertemuan tanggal 31 Oktober lalu menunjukkan komitmen BOJ untuk mencapai target inflasi mereka, ucapnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar