Selasa, 17 Januari 2017

world-economy World Economy

BOJ Tutup Mulut Atas Rencana Akhiri Program Stimulus

Jumat, 17 Januari 2014 9:36 WIB
Dibaca 403

Monexnews -

Keberhasilan Jepang dalam membangkitkan kembali inflasi telah naikan taruhan untuk pembuat kebijakan untuk memetakan pengakhiran stimulus moneter, mengingat resiko dari melonjaknya yield ketika Bank of Japan mengurangi pembelian obligasi

Dengan inflasi patokan BOJ yang sudah melewati setengah jalan untuk mencapai target Gubernur Haruhiko Kuruda di level 2%, yield pada obligasi pemerintah bertenor 10-tahun masih menjadi yang terendah di dunia di level 0.67%, di tekan oleh pembelian bank sentral pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meski begitu, Kuroda yang akan bertemu para anggota dewan pada pekan depan, mengatakan ini “ terlalu cepat” untuk membahas startagi pengakhiran program.

Dengan tidak adanya BOJ, permintaan investor untuk kompensasi dari inflasi dapat mengirim nilai surat utang pemerintah melonjak , memicu bahaya pada keruntuhan kepercayaan dalam kestabilan fiskal di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia. Kuroda saat ini harus mulai berpikir tentang “melepaskan diri” dari stimulus, menurut ekonom Richard Koo.

“Ini mungkin terlalu terlambat untuk mencegah suku bunga jangka panjang melakukan sesuatu yang gila”  yang mana ketika BOJ harus menunda pengurangan sebelum inflasi mencapai target, kata Koo, seorang  mantan ekonom Federal Reserve yang menulis “The Holy Grail of Macroecnomics – Lessons from Japan Great Recessions.”

Aggota dewan BOJ akan pertahankan janjinya untuk ekspansi basis moneter pada tingkat tahunan sebesar 60 triliun sampai 70 triliun yen ($668 milyar) dalam pertemuan selama dua hari yang akan di mulai 21 Januari, menurut semua dari 36 ekonom dalam survey Bloomberg.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar