Jumat, 15 Desember 2017

world-economy  World Economy

BOJ's Kiuchi Peringatkan Sektor Ekspor dan Belanja Konsumen

Rabu, 19 Maret 2014 12:24 WIB
Dibaca 715

Monexnews - Anggota dewan Bank of Japan Takahide Kiuchi pada hari Rabu memperingatkan bahwa sektor ekspor dapat terus mengecewakan dan tingkat belanja konsumen dapat melemah, menghilangkan dua faktor penggerak penting pada pertumbuhan perekonomian seiring pemerintah dan bank sentral berusaha untuk menariknya keluar dari deflasi. Kiuchi, yang dikenal memiliki outlook pesimis terhadap perekonomian, menunjukkan kecemasan mengenai dampak membatnya momentum di negara berkembang dan mengatakan tingkat upah domestik kemungkinan tidak akan naik dengan cepat seiring perusahaan masih lebih memilih untuk mempekerjakan pegawai dengan gaji lebih rendah dari karyawan tetap. Komentarnya datang setelah data menunjukkan tingkat ekspor Jepang bertumbuh kurang dari perkiraan di bulan Februari. Kiuchi juga memperingatkan mengenai quantitative easing tambahan, namun spekulasi nampaknya masih ada bahwa BOJ dapat kembali melonggarkan kebijakan tahun ini untuk menjaga harga tetap menuju target inflasi sebesar 2%.

"Secara pribadi saya lebih cemas terhadap resiko pelemahan," ucap Kiuchi dalam pidato di Otsu, Jepang bagian barat. "Saya fokus pada perkembangan sektor ekspor dan konsumsi secara khusus sebagai resiko pelemahan dalam ekonomi." Pesimisme Kiuchi membuatnya menjadi minoritas diantara 9 anggota dewan bank sentral. Pandangannya tidak akan memiliki dampak dalam waktu dekat terhadap kebijakan namun menunjukkan kecemasan sejumlah ekonom mengenai outlook perekonomian setelah pemerintah menaikkan pajak penjualan bulan depan.

 Petinggi BOJ berharap bahwa sektor ekspor akan membaik, meredam dampak kenaikan pajak penjualan pada tingkat belanja domestik. Namun Kiuchi menyebut-nyebut melambatnya momentum perekonomian China dan ketidakpastian mengenai sistem perbankan bayangan, dan juga ketidakseimbangan perekonomian di negara berkembang, sebagai alasan mengapai sektor ekspor Jepang akan terus tertekan. Kendapat pelemahan tajam pada yen sejak akhie 2012, yang telah mendorong harga barang impor, tidak ada dorongan naik yang serupa pada sektor ekspor, sebagian karena para eksportir enggan memangkas harga.

Kiuchi kembali mengaskan bahwa skenario awal BOJ adalah perekonomian akan terus bertumbuh setelah pemerintah menaikkan pajak penjualan menjadi 8% dari 5% tanggal 1 April nanti. Bagaimanapun, ia mengatakan perusahaan masih terlalu enggan untuk menaikkan upah, yang dapat menekan tingkat konsumsi seiring inflasi tingkat konsumen terus meningkat. Kiuchi, yang berulang kali meminta BOJ untuk menghapus target inflasinya akibat kecemasan bahwa target tersebut tidak dapat dicapai dalam waktu 2 tahun, pada hari Rabu mengatakan bahwa target sebesar 2% terlalu tinggi mengingat potensi pertumbuhan Jepang dan masih ada ruang untuk mengubah target nantinya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar