Jumat, 28 Juli 2017

world-economy  World Economy

Bos IMF: Meski Pernah Menderita, Perilaku Bankir Tetap Sama

Rabu, 28 Mei 2014 13:45 WIB
Dibaca 409

Monexnews - Masalah etika dan kepantasan masih menjadi suatu hambatan dalam penciptaan sektor perbankan yang kondusif. Pernyataan itu dilontarkan oleh kepala Dana Moneter Internasional (IMF) pada event Capitalism Conference di London, 27 Mei 2014.

Menurut Christine Lagarde, masalah terbesar yang dihadapi oleh pengawas pasar keuangan Eropa sekarang ini adalah soal disiplin aturan. Banyak sekali bankir dan pelaku industri yang mengabaikan hukum demi keuntungannya sendiri. "Enam tahun sejak melewati krisis finansial, bank-bank masih menolak reformasi dan hanya fokus pada keuntungannya sendiri," kritik Lagarde. Secara garis besar ia menilai perilaku industri sama sekali belum berubah walaupun pernah mengalami krisis besar.

"Pelaku perbankan lebih mengutamakan profit jangka pendek ketimbang konsistensi bisnis jangka panjang," kecam bos IMF asal Prancis ini. Hal itu tercermin dari banyaknya perusahaan besar yang terlibat skandal manipulasi nilai tukar, pencucian uang hingga trading ilegal. Krisis yang disebabkan oleh budaya buruk para bankir sejauh ini telah memakan subsidi sekitar $70 miliar di Amerika Serikat dan $300 miliar di zona Euro.

Sebagai lembaga, IMF menyebut kemajuan reformasi sistem perbankan masih sangat jauh dari harapan. "Jalannya sangat lambat dan target masih sangat jauh. Kita harus bisa lebih mengawasi prosesnya," demikian Lagarde memandang kondisi terkini.

Pihak pengawas pasar finansial negara-negara Eropa dan Amerika Serikat memang sedang giat menjalankan operasi untuk mencari orang-orang yang kerap melakukan manipulasi, misalnya dengan mengakali kurs valuta tertentu. Pihak bank yang mempekerjakan trader-trader juga mengaku kesulitan untuk mengidentifikasi oknum di dalam lingkungan mereka sendiri. Meskipun banyak pihak yang menganggap sesungguhnya manipulasi kurs juga terjadi atas sepengetahuan petinggi bank. 

Di pasar mata uang, fokus penyelidikan utama tertuju ke pasar forex London, yang merupakan lokasi transaksi terbesar di dunia. Sampai sekarang, sebanyak delapan perusahaan finansial sudah dijatuhi denda miliaran Dollar dan 30 orang trader sudah dipecat karena terbukti mengutak-atik arah suku bunga referensi antar bank. Sementara menurut taksiran media, total transaksi bawah tangan atau di luar regulasi pasar uang setiap harinya bisa mencapai angka $5.3 triliun.


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar