Kamis, 14 Desember 2017

world-economy  World Economy

Bos PIMCO: Stimulusmu Tidak Bekerja, Fed!

Rabu, 5 Juni 2013 10:10 WIB
Dibaca 623

Monexnews - Kebijakan stimulus moneter yang dirilis oleh Bank Sentral Amerika Serikat menuai kritik dari ekonom dan pelaku pasar. Bukannya menciptakan stabilitas ekonomi, apa yang dilakukan oleh Federal Reserve diklaim hanya menimbun masalah baru.

Bill Gross, Pendiri Lembaga Investasi spesialis surat hutang PIMCO, menilai kebijakan suku bunga super rendah dan pembelian obligasi yang tidak kunjung henti di seluruh dunia (quantitative easing) memicu potensi gejolak baru di sistem keuangan. Bank-bank sentral selama ini diibaratkan mengobati pasien leukemia dengan metode kemoterapi baru yang bersifat sementara. Padahal menurut Gross apa yang dibutuhkan oleh negara-negara maju sekarang adalah suatu solusi moneter struktural.

Pakar obligasi ini mengkritisi aksi the Fed dan koleganya dalam dua tahun terakhir, di mana mereka beramai-ramai memberlakukan suku bunga rendah untuk mendukung percepatan ekonomi. Akan tetapi sampai sekarang suku bunga belum juga kembali ke taraf normal karena pemulihan ekonomi yang diharapkan tidak terwujud. "Pada suatu titik, tidak peduli seberapa banyak uang yang dipompa ke sistem, kombinasi antara suku bunga rendah dan quantitative easing berbalik menjadi racun yang merusak," ujar Gross. Stimulus ekonomi diibaratkannya sebagai sel darah putih yang disuntikkan ke pembuluh namun berbalik menghancurkan efektivitas sel darah merah. Demikian ulasan CEO Pimco dalam outlook bulanannya yang berjudul 'Wounded Heart'.

Sejauh ini kebijakan bank sentral telah membuat nilai return investasi (termasuk obligasi) turun karena suku bunga acuan dipatok pada level terbawah. "Sudah lima tahun Ben S. Bernanke melakukan programnya dan pertumbuhan ekonomi tahunan tidak mampu melaju lebih cepat dari 2.5%," ujar Gross. Ia bahkan menuding program stimulus berbalik menjadi masalah baru di tengah krisis fiskal Washington. Khusus kepada investor, Gross menyarankan untuk mengurangi portofolio pada aset berisiko mengingat fundamental ekonomi belum solid. "Pilih investasi yang tidak terlalu berisiko namun memiliki prospek jangka panjang," tutupnya.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar