Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

BPS: Jumlah Warga Miskin di Indonesia Berkurang

Jumat, 2 Januari 2015 11:14 WIB
Dibaca 1976

Monexnews - Selain merilis laporan inflasi dan data perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengumumkan laporan standar hidup warga Indonesia. Pada September 2014, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia adalah sebesar 27,73 juta orang (10,96% dari total penduduk). Angkanya lebih rendah 0,55% dibandingkan periode Maret tahun 2014 yang sebesar 28,28 juta orang (11,25%), dan berkurang sebesar 0,87 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2013 (28,60 juta orang (11,46%)). Namun demikian, penurunan ini terjadi sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada November 2014.

Selama periode Maret 2014–September 2014, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 0,15 juta orang (dari 10,51 juta orang pada Maret 2014 menjadi 10,36 juta orang pada September 2014). Sementara di daerah pedesaan, angkanya turun sebanyak 0,40 juta orang (dari 17,77 juta orang pada Maret 2014 menjadi 17,37 juta orang pada September 2014).

Adapun persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2014 sebesar 8,34%, turun menjadi 8,16% pada September 2014. Sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan turun dari 14,17% pada Maret 2014 menjadi 13,76% pada September 2014.

Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2014 tercatat sebesar 73,47%, kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2014 yaitu sebesar 73,54%.

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan, di antaranya adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, gula pasir, tempe dan tahu. Sedangkan, untuk komoditi bukan makanan di antaranya adalah biaya perumahan, listrik, pendidikan, dan bensin. Pada periode Maret 2014–September 2014, baik Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks
Keparahan Kemiskinan (P2) cenderung tidak mengalami perubahan.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar