Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

BPS Perkirakan Defisit Neraca Perdagangan Tahun Ini 4 Miliar Dolar AS

Rabu, 12 Februari 2014 11:31 WIB
Dibaca 407

Monexnews - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, transaksi perdagangan pada tahun 2014 akan kembali mengalami defisit di kisaran 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS), sama dengan tahun 2013 lalu.

"Kita perkirakan neraca perdagangan tahun ini masih stuck seperti tahun lalu, sekitar USD4 miliaran, tergantung sejauh mana ekspor manufaktur mampu menggantikan penurunan ekspor mineral mentah,” demikian ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Senin (10/2).

Ia menambahkan, kinerja ekspor mineral berkontribusi sekitar 10 persen dari total ekspor Indonesia. Dengan adanya larangan ekspor mineral mentah, maka ekspor mineral mentah tidak terjadi, kecuali pada Bulan Januari. Hal ini dikarenakan, kontrak-kontrak ekspor Bulan November hingga Desember 2013 baru tiba di negara tujuan sekitar Bulan Januari 2014. “Kita hitungkan berdasarkan benda sampai di pelabuhan, bukan data. Jadi begitu barangnya masuk, itu yang dicatat,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan ekspor mineral mentah tidak akan menurunkan ekspor secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan, ekspor manufaktur dan pertanian olahan tetap akan tumbuh, seperti olahan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan olahan karet, yang didorong oleh peningkatan ekonomi global. Selain itu, produk-produk manufaktur seperti tekstil dan alas kaki juga mengalami peningkatan. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar, menurut Sasmito, akan semakin mendorong permintaan produk Indonesia. “Tergantung sejauh mana produk manufaktur ini mampu menggantikan penurunan ekspor mineral mentah, rata-rata ekspor mineral mentah per bulannya sekitar USD2 miliar,” ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan M. Chatib Basri memperkirakan, neraca perdagangan pada tahun 2014 masih akan mengalami defisit. Neraca perdagangan diperkirakan baru akan mencatatkan surplus pada tahun 2016 mendatang, karena tahun ini pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan impor mineral mentah. Penurunan ekspor ini, lanjut Menkeu, akan mulai berkurang pada tahun 2015, karena ekspor olahan diperkirakan meningkat dua kali lipat menjadi 9 miliar dolar AS, dari sekitar 4 miliar dolar AS pada tahun ini.

Sementara itu, impor diperkirakan masih akan tumbuh, mengingat kebutuhan investasi smelter mineral. “Sehingga kalau melihat di neraca perdagangan, kebijakan ini memukul di dalam short term di 2014. Tapi kalau kita bicara 2015, ada mungkin masih defisit sedikit, tapi kalau 2016 itu justru yang terjadi surplus,” paparnya.(ans)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar