Kamis, 19 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Bukan Hanya Amerika, Australia juga Naikkan Plafon Hutang

Rabu, 23 Oktober 2013 16:44 WIB
Dibaca 472

Monexnews - Bukan hanya Amerika Serikat yang boros dalam membelanjakan uang dan harus terus berhutang. Pemerintah Australia juga dilaporkan harus menaikkan plafon hutangnya sebanyak dua per tiga kali akibat ketimpangan neraca fiskal. Yang membedakan adalah, tidak ada shutdown seperti di Amerika Serikat.

Menurut pernyataan resmi Departemen Keuangan yang diwakili oleh Joe Hockey, belanja pemerintah kemungkinan segera menyentuh pagu hutang nasional yang dipatok pada angka AU$300 miliar atau setara US$292 miliar pada bulan Desember. Tidak hanya itu, jumlah hutang keseluruhan diprediksi sampai pada level AU$400 miliar di akhir tahun nanti.

Untuk mengantisipasi adanya guncangan fiskal dan situasi darurat, pemerintah persemakmuran akan menaikkan batas hutang menjadi AU$500 miliar. Pemerintah sendiri diyakini hanya membutuhkan akses untuk berhutang senilai AU$40-60 miliar untuk tetap menjalankan operasionalnya tahun ini. Hockey menyatakan bahwa penyesuaian pagu hutang diperlukan supaya Australia tidak mengalami kondisi negatif seperti apa yang terjadi di Amerika. "Kami harus belajar dari kasus di Amerika, yang berdampak pada ketidakpastian ekonomi dan kepercayaan warga," ujarnya.

"Batas hutang dinaikkan untuk menyediakan ruang anggaran yang cukup bagi pemerintah untuk menstabilkan pasar keuangan dan menjalankan aktivitas sehari-hari," tambah Hockey. Langkah cepat pemerintah Australia mendapat pujian di media sosial dari para pelaku ekonomi. Sebagian besar kalangan berpendapat kalau pihak Australia lebih cepat tanggap dalam menyikapi dinamika di sektor anggaran. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar