Jumat, 28 Juli 2017

world-economy  World Economy

Butuh Suplai Energi, Jepang Disarankan Dekati Rusia

Jumat, 18 Juli 2014 14:39 WIB
Dibaca 631

Monexnews -  Tingginya ketergantungan terhadap impor energi membuat posisi ketahanan energi Jepang menjadi kurang aman. Oleh karena itulah pemerintah disarankan untuk melakukan diversifikasi mitra perdagangan dengan bekerjasama dengan negara supplier baru.

Mitsui Global Strategic Studies Institute meminta pemerintah untuk menjalin kerjasama lebih intensif dengan Rusia. Walaupun sedang berada di tengah eskalasi konflik politik antara Rusia dan Ukraina, kerjasama dengan Moskow diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. "Jepang harus mengupayakan stabilitas sumber energi dengan harga yang terjangkau. Salah satunya adalah dengan mengimpor dari Rusia," demikian ujar Analis Mitsui Global Strategic Studies Institute, Yukio Horiuchi.

Diversifikasi memang diperlukan oleh pemerintah untuk memangkas biaya gas alam yang semakin mahal. Sejak gempa bumi merusak fasilitas nuklir, Jepang memang mengandalkan liquefied natural gas sebagai sumber tenaga utama. Sayangnya, harga beli LNG yang sebagian besar berasal dari Australia tergolong mahal, selain komoditas lain seperti batubara. Sementara untuk sumber minyak, Jepang masih bergantung pada impor dari negara Timur Tengah. Rusia dipandang bisa menjadi mitra strategis karena negara itu dapat menjual energi dengan harga lebih murah kepada konsumen baru. Lebih dari itu, mereka juga memiliki sumber daya berlimpah untuk ketiga jenis energi yang dibutuhkan Jepang yakni LNG, batubara dan minyak. "Rusia adalah satu-satunya negara dekat perbatasan yang mampu memenuhi kebutuhan energi kita," tutup Horiuchi.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar