Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Cadangan Minyak Kita Cuma 1/100 Venezuela

Kamis, 3 Oktober 2013 9:29 WIB
Dibaca 482

Monexnews - Minyak bumi yang di eksplorasi dan dikonsumsi setiap hari lambat laun akan habis, sedangkan proses terbentuknya memakan waktu jutaan tahun. Ketersedian minyak bumi saat ini diperkirakan hanya mencukupi beberapa tahun saja seiring makin meningkatnya konsumsi. Seluruh cadangan minyak di dunia saat ini diyakini hanya bertahan sampai 300 tahun lagi.

Dengan cadangan minyak hanya 0,3% dari cadangan dunia Indonesia bukanlah Negara yang kaya dengan sumber energy minyak bumi. Jika dibandingkan dengan Venezuela hanya mencapai 300 milyar, maka cadangan Indonesia hanya 1/100-nya.” Jadi kita engga boleh berlaga kaya negara Venezuela, nasionalisasi ini, ini segala macam, lebih-lebih jika dibandingkan dengan Arab Saudi yang sekitar 270 milyar dan Qatar yang lebih banyak lagi, padahal rakyat kita sekarang banyaknya 250 juta jiwa, ibaratnya produksi kita cuma sedikit, dibagi 250 juta, ya abis tidak terasa,” ujar Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo saat memberikan Inspiring talk di Kampus Trisakti, Selasa, (01/10/2013.

Saat ini, cadangan minyak Indonesia hanya tinggal sekitar 3,6 miliar barel dan diperkirakan akan habis dalam waktu beberapa belas tahun dengan asumsi tingkat produksi saat ini, tidak ada penurunan produksi kedepan serta tidak ditemukan cadangan minyak baru. Sementara untuk dapat menemukan cadangan minyak dan gas yang baru saat ini dibutuhkan modal yang besar dan keberanian untuk mengambil resiko mengingat potensi minyak dan gas yang ada lokasinya di laut dalam.

“Mencari minyak itu ga gampang, resikonya berat sekali, mengebor satu di onshore itu memerlukan dana 30 juta dollar, sekali ngebor ga dapat, langsung merugi besar, modal semakin besar jika mengebor di offshore,” ujar Susilo.

Pemboran eksplorasi minyak dan gas bumi di laut dalam telah dimulai sejak tahun 2009 hingga tahun 2013 oleh 12 KKKS di 16 blok. Pengeboran eksplorasi telah dilakukan sebanyak 25 sumur eksplorasi yang menghabiskan biaya sekitar US$1,9 miliar dan hingga saat ini belum berhasil menemukan cadangan migas yang komersil. (SF)


sumber: Kementerian ESDM Republik Indonesia

www.esdm.go.id

 

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar