Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

Chatib Basri: Pertumbuhan Indonesia Mungkin Melambat Di Tahun 2014

Senin, 24 Februari 2014 9:26 WIB
Dibaca 2219

Monexnews -

Menteri keuangan Indonesia, Chatib Basri mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin akan melambat pada tahun ini ke level setidaknya sejak 2009 di tengah pemerintah mencobauntuk kendalikan defisit transaksi berjalan.

Indonesia, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara mungkin ekonominya akan tumbuh antara 5.5 persen sampai 5.8 persen di tahun 2014, kata basri dalam wawancaranya di Sydney kemarin setelah pertemuan para menteri keuangan G-20. Anggaran untuk negara di asumsikan akan ekspasi sebesar 6 persen. Pertumbuhan domestik bruto (GDP) pada tahun 2013 tumbuh sebesar 5.8 persen.

Pertumbuhan di Indonesia, dimana pemilu akan di laksanakan pada tahun ini, melambat setelah Gubernur bank sentral Indonesia, Agus Martowedojo memulai siklus pengetatan suku bunga paling agresif di negara tersebut dalam delapan tahun terakhir dalam sebulan sejak dia menempati posisi itu di bulan Mei. Basri mengatakan bahwa melambatnya ekspasi akan membantu memberikan defisit pada transaksi berjalan antara 2 persen sampai 2.5 persen dari GDP, turun dari selisih rekor tertinggi di level 4.4 persen pada kuartal kedua tahun 2013.

“Kami perlu terus memperlambat ekonomi sampai target ini tercapai,” kata Basri. “Kemudian pemerintah selanjutnya memiliki ruang untuk mendorong pertumbuhan yang lebih cepat.”

Nilai transaksi berjalan  suatu negara adalah ukuran terluas dari perdagangan. Menurut bank sentral, defisit, yang akan membantu memacu keluarnya dana dari aset-aset Indonesia dan melemahkan mata uang di tahun 2013, mungkin akan menyempit menjadi 2.5 persen pada tahun ini, turun dari kisaran 3.3 persen di tahun 2013.

Surplus perdagangan bulan Desember adalah yang terbesar dalam lebih dari dua tahun dan membantu mengendalikan defisit.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar