Minggu, 22 Oktober 2017

world-economy  World Economy

China Banjir Lulusan Baru, tapi Minim Lapangan Kerja

Senin, 17 Juni 2013 13:52 WIB
Dibaca 444

Monexnews - Dalam beberapa pekan ke depan, sebanyak tujuh juta mahasiswa China akan lulus dari perguruan tinggi. Jumlah tersebut adalah rsalah satu rekor pelepasan mahasiswa tahunan terbanyak dalam sejarah dunia pendidikan negeri tirai bambu. Namun bukannya kegembiraan, kelulusan generasi muda dari bangku kuliah justru bisa berbalik menjadi masalah. Pasalnya tidak ada yang bisa menjamin mereka bisa langsung mendapat kerja di tengah kelesuan iklim ekonomi dalam negeri.

Beberapa perusahaan dan pebisnis mengaku sudah kebanjiran surat lamaran kerja, baik dari mahasiswa yang sudah lulus tahun lalu maupun mereka yang baru akan wisuda tahun ini. Namun sebagian besar dari pelaku bisnis belum tahu apakah membutuhkan pekerja baru, mengingat kondisi ekonomi terkini tidak sebaik tiga tahun ke belakang. Sementara pemerintah mengaku khawatir kalau banyaknya jumlah wisudawan baru justru berdampak negatif terhadap kehidupan sosial. Oleh karena itu, pihak Beijing memerintahkan sekolah-sekolah, kantor pemerintah dan BUMN untuk membuka lowongan, setidaknya kontrak temporer. "Hal yang lebih menakutkan pemerintah selain pengangguran ber-skill rendah adalah pengangguran yang berpendidikan," ujar Shang-Jin Wei, Ekonom Columbia Business School.

Jangankan lulusan baru, para wisudawan tahun lalu saja banyak yang belum bekerja atau bahkan di-PHK oleh kantornya tahun ini. "Banyak perusahaan tidak berkembang, sehingga beberapa teman saya diterima dan di-PHK dalam bulan yang sama," imbuh Yan Shuang, Mahasiswa Senior yang bekerja di bagian labor and human resources di Beijing Institute of Technology. Yan bahkan mengaku pernah diterima bekerja di sebuah perusahaan pembuat alat olahraga pada musim dingin lalu, namun sampai sekarang dirinya urung dipanggil karena perusahaan itu menunda penerimaan karyawan baru.

Iklim pertumbuhan China tahun 2013 memang diprediksi tidak akan sebaik periode-periode sebelumnya. Masa keemasan negeri tirai bambu sudah berakhir dan kini pemerintah dipaksa memutar otak untuk menjaga kinerja ekonomi supaya tidak terlalu lambat.

Banyak lembaga dan analis keuangan berbalik pesimis dalam menyikapi kinerja ekonomi negara ini. Bukannya membaik, perekonomian justru diprediksi lebih buruk di semester II. Lembaga keuangan Nomura memperkirakan gross domestic product (GDP) China berisiko terjun ke bawah 7% dalam enam bulan ke depan. Proyeksi itu mengacu pada indikator-indikator ekonomi domestik yang mengemuka dalam beberapa pekan terakhir.

Kombinasi antara likuiditas ketat dan kurangnya dukungan dari pembuat kebijakan adalah biang perlambatan ekonomi domestik. Kondisi diperburuk oleh penurunan volume permintaan produk dari luar negeri, yang berdampak langsung pada kelesuan sektor ekspor. "Semua (faktor) itu telah membuat masa depan pertumbuhan ekonomi terganggu," ujar Zhiwei Zhang, Kepala Ekonom China di Nomura. Atas dasar itu pula Nomura menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 7.4% di kuartal III dan 7.2% untuk kuartal IV. Namun Nomura mengggarisbawahi adanya 30% peluang penurunan rasio pertumbuhan ke bawah 7%.

Perdana Menteri Li Keqiang menyebut pertumbuhan ekonomi terkini 'cukup normal', meskipun data perdagangan China bulan Mei menunjukkan pertumbuhan ekspor hanya mencapai 1% dibandingkan setahun lalu, sedangkan angka impor merosot 0.3%. Musuh utama bagi lini ekspor tak lain adalah lesunya permintaan luar negeri, termasuk dari wilayah krisis seperti zona Euro.

Selama kuartal II, investor dicemaskan dengan prospek ekonomi China terutama saat data sektor manufaktur dan ekspor konsisten melemah. Fakta ini berujung pada penurunan reputasi China di mata lembaga-lembaga keuangan dunia. Perusahaan investasi terakhir yang memangkas target ekonomi tahunan China adalah Morgan Stanley, yakni menjadi 7.4% atau di bawah proyeksi versi pemerintah (7.5%).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar