Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

world-economy  World Economy

China Bersedia Tuntaskan Sengketa Ekspor di Meja Perundingan

Selasa, 18 Juni 2013 15:43 WIB
Dibaca 567

Monexnews - Perseteruan antara China dan Uni Eropa di sektor perdagangan kemungkinan mencair dalam waktu dekat. Kementerian Perdagangan China hari ini menyatakan siap meninjau kembali skema ekspor impor berbagai komponen, termasuk produk panel matahari (solar panel) yang menjadi sengketa utama dalam beberapa pekan terakhir. 

Isu tentang kebijakan ekspor impor dari dan ke Uni Eropa akan diangkat dalam pertemuan tahunan tingkat menteri di Joint economic and Trade Commission pada hari Jumat di Beijing. "Pada pertemuan ini, kedua pihak akan membahas dinamika yang terjadi di sektor kerjasama bisnis dalam beberapa tahun terakhir, tidak terkecuali sengketa solar panel," ujar juru bicara kementerian, Shen Danyang kepada awak media. Menteri Perdagangan China, Gao Hucheng dan Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Karel de Gucht, akan secara langsung memimpin pembahasan tersebut.

Seperti diketahui, European Union mengajukan keberatan kepada World Trade Organization (WTO) atas besarnya pajak yang diberlakukan oleh pemerintah China terhadap pengiriman produk baja asal Eropa. Beijing dianggap memungut pajak kelewat tinggi untuk impor barang-barang asal luar negeri, dalam hal ini produk baja tabung yang lazim digunakan sebagai bahan baku fasilitas pembangkit tenaga dan solar panel.

Beberapa perusahaan asal Eropa memang menjadi pemasok bagi kontraktor-kontraktor pembangkit tenaga di China. Dua produsen terbesarnya adalah Tubacex S.A. asal Spanyol dan Salzgitter AG dari Jerman. Sayang pemasok baja tabung anti karat asal Eropa sulit untuk bersaing lagi karena adanya kebijakan pajak tinggi yang diberlakukan Beijing. Sebelumnya perseteruan di sektor ekspor impor antara Uni Eropa dan China sudah memanas saat pemerintah Eropa menuding negara perekonomian terbesar Asia telah berulangkali melakukan praktik dumping dalam kerjasama perdagangan dengan pihak Uni Eropa. Atas dasar itulah Komisi Eropa pada hari Selasa (04/06) meresmikan tarif provisional baru bagi produk solar panel (matahari) yang diimpor dari China. Kebijakan ini merupakan peringatan bagi China yang kerap membanjiri pasar Eropa dengan produk berharga murah, bahkan di bawah harga produksinya (dumping). "Kebijakan kami hari ini adalah langkah darurat untuk melindungi pelaku bisnis Eropa dari aksi dumping," ujar Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Karel de Gucht dua pekan lalu. Ia menyatakan bahwa harga ideal untuk produk panel solar dari China seharusnya 88% lebih tinggi dibandingkan level saat ini. Pemberlakuan tarif 11.8% diterapkan untuk seluruh produk panel solar mulai tanggal 6 Juni. Dua bulan kemudian, pajak rata-rata dinaikkan menjadi 47.6% sehingga Uni Eropa memiliki posisi tawar untuk bernegosiasi dengan pihak China terkait persaingan produknya. Apabila disiplin pajak gagal memuluskan jalan negosiasi dengan Beijing, Uni Eropa pada bulan Desember akan memutuskan apakah pajak permanen diberlakukan kembali untuk lima tahun berikutnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `