Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

China Geram Dituding AS sebagai Biang Hacker

Jumat, 5 Juni 2015 10:59 WIB
Dibaca 2019

Monexnews - Badan Personalia Amerika Serikat pada hari Kamis kemarin mengaku kecolongan karena database-nya dibobol oleh pihak hacker. Sebanyak 4 juta data pegawai negeri dan para pensiunan berhasil dicuri oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Seperti kasus-kasus sebelumnya, kali ini pemerintah juga mengklaim aksi hacking dilakukan di wilayah otorita China.

Pemerintah Amerika menegaskan bahwa aksi hacker terhadap data pegawai negeri merupakan aksi 'penembusan sistem komputer' terbesar dalam sejarah. Nyaris semua data tentang personalia di lembaga-lembaga federal berhasil dicuri termasuk laporan keuangan pribadi dan status kredit pinjaman setiap orang. Bahkan bukan tidak mungkin jumlah data pribadi pegawai yang bocor bisa lebih banyak dibandingkan estimasi awal.

Pihak penyelidik menuduh hacker China sebagai pihak yang melakukan aksi pembobolan karena jejaknya berasal dari sana. Departemen Dalam Negeri sudah mengetahui modus penembusan sistem saat mengecek kembali ketahanan sistem keamanannya. Dengan memakai sistem pendeteksi bernama EINSTEIN, penyidik menemukan adanya aktivitas janggal sejak bulan April 2015. Baru satu bulan kemudian, pihak FBI menyadari bahwa ada beberapa data penting yang diakses oleh pihak luar. "Kami akan memberantas segala bentuk ancaman di dalam sistem database pemerintah dan warga Amerika dan akan menangkap pelakunya," demikian pernyataan resmi FBI.

Melalui juru bicara di kedutaan besarnya untuk Amerika, pemerintah China membantah segala tuduhan tersebut. "Serangan cyber biasa dilakukan dari wilayah manaupun di seluruh dunia dan sumbernya sulit di-identifikasi. Kesimpulan yang diambil oleh pemerintah Amerika sangat tidak berdasar dan kontraproduktif," kata Zhu Haiquan, juru bicara kedutaan China. Pihak Washington sendiri belum memaparkan argumen dan bukti lebih jauh untuk menjawab kritik yang diajukan oleh Tiongkok tersebut. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar