Senin, 20 November 2017

world-economy  World Economy

China Hilang Kesabaran dengan Korea Utara

Rabu, 13 Februari 2013 11:48 WIB
Dibaca 745

Monexnews - Pemerintah China kemungkinan besar akan menyepakati wacana sanksi ekonomi baru bagi Korea Utara. Walaupun dikenal sebagai satu-satunya sekutu bagi negeri pimpinan Kim Jong-Un, kesabaran Beijing terhadap Pyongyang sepertinya mulai habis.

Korea Utara seakan mempermalukan China kemarin, dengan meluncurkan misil balistik berdaya ledak tinggi. Uji coba nuklir ini menyalahi komitmen denuklirisasi yang diserukan oleh dunia internasional. Pemerintah China sudah memanggil duta besar Korea utara sekaligus mengirimkan nota protes yang berisi kritik dan saran bagi Korea Utara untuk tetap tenang.

Beijing sebelumnya sudah setuju dengan perpanjangan sanksi PBB pasca uji coba nuklir Korea di bulan Desember lalu. China ikut meneken resolusi dewan keamanan tentang larangan uji coba misil, terutama yang berbasis nuklir. Ketidaksukaan pemerintah China makin menjadi kemarin sesudah mencuat berita misil Korea Utara jatuh di dekat perbatasan China. Pun demikian, banyak pengamat meyakini Beijing tidak akan mendorong sanksi lebih keras dan pemutusan hubungan diplomatik dalam waktu dekat.

Skenario paling realistis adalah China mendukung adanya sanksi ekonomi lebih berat bagi Korea Utara, namun menolak segala aksi intervensi militer atau keamanan terhadap sekutunya itu. Kedua negara dahulu dikenal sangat dekat baik secara ideologi maupun kepentingan politik. Seiring berjalannya waktu, kebijakan ekonomi politik China semakin liberal dan Korea Utara fokus memperkuat sumber daya militernya. Kecurigaan mulai muncul antara Beijing dan Pyongyang, terlebih di tengah aksi uji coba senjata nuklir ini.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar