Rabu, 29 Maret 2017

world-economy  World Economy

China Larang Produk Apple dalam Aktivitas Pemerintahan

Rabu, 6 Agustus 2014 15:32 WIB
Dibaca 511

Monexnews -  Pemerintah China kembali melakukan seleksi ketat dalam pengadaan barang keperluan operasionalnya sehari-hari. Setelah berhenti menggunakan antivirus luar negeri, otoritas Tiongkok juga tidak akan lagi memesan perangkat teknologi buatan Apple Inc.

Menurut Bloomberg News, pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperintahkan untuk tidak menggunakan lagi produk Apple dalam aktivitas kesehariannya. Kebijakan ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pencurian data dan penyadapan oleh pihak luar. Sebanyak 10 produk Apple, termasuk iPad dan laptop Macbook, sudah dikeluarkan dari daftar pemesanan barang oleh National Development and Reform Commission dan Kementerian Keuangan.

Menurut stasiun televisi China Central bulan Juni lalu, fitur aplikasi pelacak lokasi pada perangkat iPhone dapat digunakan untuk mengungkap data rahasia pemerintah. China takut pihak Gedung Putih akan mencuri informasi penting dari ponsel penggunanya. Apple sendiri menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah memperbolehkan pemerintah Amerika untuk mengakses server-nya dalam kondisi apapun.

Program nasionalisasi memang sedang digalakkan oleh pemerintah China di berbagai sektor, termasuk industri teknologi. Salah satu kebijakan terbarunya selain menghentikan penggunaan produk Apple adalah dengan melarang penggunaan antivirus asal Amerika Serikat dan Rusia di setiap jaringan sistem informasinya.

China mendepak Symantec dan Kaspersky dari daftar antivirus terpercaya yang dipergunakan dalam aktivitas birokrasinya akhir pekan lalu. Pihak supplier sudah diberitahukan untuk tidak memasok kedua software tersebut atas alasan nasionalisasi produk teknologi. Sebagai gantinya, pemerintah memasukkan lima antivirus buatan lokal ke dalam daftar software pesanan yakni Qihoo 360, Venustech, CAJinchen, Beijing Jiangmin dan Rising.

Pihak Beijing memang semakin agresif mempromosikan produk buatan dalam negeri, khususnya dalam penggunaan di sektor teknologi. Bocornya isu-isu keamanan berbagai negara dari Edward Snowden (kontraktor NSA) membuat China bersemangat mengembalikan sumber daya teknologi ke tangan anak negeri. Pemerintah takut rahasia dan lalu lintas informasi penting tercuri akibat penggunaan software dari luar negeri, termasuk antivirus.

Sejak Snowden membocorkan rahasia negara kepada dunia, beberapa perusahaan Amerika yang beroperasi di China ketiban getahnya.  Cisco Systems Inc, International Business Machines Corp (IBM) dan Microsoft Corp (MSFT) kehilangan basis konsumen di Tiongkok karena pemerintahnya mengutamakan produk buatan lokal. Sejak bulan Mei lalu, otoritas bahkan sudah melarang penggunaan sistem operasi Windows 8 dalam setiap aktivitas pemerintahan di pusar dan daerah. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar