Minggu, 28 Mei 2017

world-economy  World Economy

China Masih Punya Pesona untuk Jadi Tujuan Merjer & Akuisisi

Jumat, 12 Juni 2015 12:08 WIB
Dibaca 2391

Monexnews - Pertumbuhan ekonomi di China boleh melambat selama dua tahun terakhir, namun bukan berarti daya tariknya berkurang di mata investor. Menurut hasil survei Bank of America Merrill Lynch terhadap direktur keuangan perusahaan internasional, negara perekonomian terbesar Asia itu masih menjadi incaran untuk keperluan merjer dan akuisisi (M&A). Selain karena faktor pangsa pasar yang besar, pengusaha luar juga mempunyai penilaian baik terhadap korporasi asal Tiongkok. 

Dalam survei tersebut, sebanyak 36% Chief Financial Officer (CFO) menempatkan China sebagai tujuan merjer dan akuisisi tahun ini, kemudian diikuti oleh Jepang dan Australia. Pada tahun 2014 lalu, jumlah merjer dan akuisisi bisnis di negara itu menyentuh rekor terbanyaknya dengan kenaikan mencapai 89% per tahun. Nominal yang terlibat dalam deal-deal perusahaan diklaim mencapai angka fantastis, $30,4 miliar (data Thomson Reuters), padahal tahun lalu China hanya menjadi prioritas ke-5 dalam hasil survei perusahaan. Adapun target destinasi utama yaitu negara-negara di wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia.

Minat kerjasama perusahaan internasional dengan businessman asal China disambut baik oleh pengusaha lokal. Sepertiga perusahaan di negara itu mengaku punya rencana untuk mendapat pendanaan baru dari akuisisi di 2015 (naik 20% dibandingkan tahun lalu). Bukan hanya perusahaan swasta, merjer dan akuisisi kemungkinan juga dilakukan oleh BUMN karena pemerintah sudah memperlonggar aturan soal penggalangan dana oleh badan milik negara. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar