Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

China Perkirakan Pertumbuhan di Tahun 2013 Sebesar 7.6%

Jumat, 27 Desember 2013 1:58 WIB
Dibaca 357

Monexnews -

China perkirakan bahwa pertumbuhan mereka akan melambat menjadi 7.6% pada tahun ini, dengan meningkatnya tantangan yang berikan tekanan pada model pertumbuhan tradisional negara tersebut yang di pimpin oleh belanja investasi,  berdasarkan pernyataan resmi dari Xinhua News Agency.

Kalkulasi terhadap kenaikan GDP untuk tahun 2013 sudah termasuk dalam laporan dari Dewan Negara, atau kabinet, kepada legislatif, dan di bandingkan dengan target pemerintah sebesar 7.5%, di laporkan oleh Xinhua kemarin. Laju sebesar 7.6% akan menandai penurunan tahunan ketiga beruntun dalam tingkat ekspansi pertumbuhan.

“Kami tidak dapat menyangkal untuk adanya penurunan  dalam pertumbuhan ekonomi,” kata Xu Shaoshi, menteri yang bertanggung jawab pada komisi pembangunan dan reformasi  nasional, kepada legislatif dalam penjelasan awal pada laporan tersebut, kata Xinhua.

Dokumen Dewan Negara yang terdaftar menunjukkan menjulangnya tantangan yang di hadapai diantara adalah memburuknya polusi dan konflik sosial. Xu mengatakan bahwa pola pertumbuhan tradisional negara mendapat tantangan dari meningkatnya tenaga kerja dan biaya lingkungan, berdasarkan laporan Xinhua.

Dua puluh tujuh provinsi dan kota-kota di China telah naikan upah minimum di tahun 2013 dengan rata-rata 17%, kata Xinhua pada hari Kamis, mengutip pernyataan dari Yin Weiming, menteri sumber daya manusia dan jaminan sosial.

Perilisan GDP hadir  ditengah bank sentral China berusaha untuk mengurangi krisis likuiditas di pasar untuk pinjaman antara bank, seiring pasar keuangan sedang bergejolak oleh lonjakan biaya pinjaman kedua pada tahun ini. People’s Bank of China (Bank sentral China) pada dua hari yang lalu telah melakukan operasi pembelian balik kembali untuk pertama kalinya dalam tiga pekan, meningkatkan upaya untuk menyediakan para pemberi pinjaman dengan uang tunai setelah lonjakan terbesar dalam suku bunga sejak tahun 2011 yang telah memicu aksi jual di saham perusahaan China yang di perdagangkan di Shanghai, Hong Kong dan New York

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar