Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

China Terus Berupaya Dongkrak Pertumbuhan, Menkeu

Senin, 29 Juli 2013 15:51 WIB
Dibaca 532

Monexnews - Menteri Keuangan China, Lou Jiwei pada hari Jumat lalu menjelaskan bahwa perekonomian China masih menghadapi banyak kesulitan, namun pemerintah akan berupaya terus meningkatkan usahanya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan "langkah-langkah yang telah ditargetkan."

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran pasar terhadap rilis data-data ekonomi yang mengecewakan belakangan ini. Kekecewaan terhadap data ekonomi yang di rilis akhir pekan lalu juga nampak membebani sentimen pasar. Data resmi pemerintah menunjukkan bahwa laba pendapatan industri dan manufaktur negeri China melambat ke angka +6.3% di bulan Juni. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 15.5%.

Sebelumnya, kalangan investor telah terpukul oleh data rilis cepat (flash) dari HSBC yang menunjukkan indeks aktivitas manufaktur PMI bulan Juli merosot ke angka 47.7 dari bulan sebelumnya 48.2. Dan rilis tersebut merupakan angka terlemah dalam 11 bulan terakhir.

Bahkan yang masih teringat oleh para investor adalah angka GDP kuartal II China (y/y) yang menurun sesuai estimasi menjadi 7.5% dari kuartal sebelumnya setahun lalu pada level 7.7%. Sedangkan GDP kuartal II (q/q) mengalami kenaikkan sebesar 1.7% dari kuartal pertama tahun ini yang tercatat 1.6% dan tipis di bawah estimasi 1.8%. Sementara angka industrial output mengalami penurunan sebesar 8.9% di bulan Juni dari bulan sebelumnya di angka 9.2% dan di bawah estimasi pemerintah di level 9.1%.

Lebih lanjut Menkeu Lou memaparkan bahwa sepanjang tahun ini situasi ekonomi domestik sudah relatif stabil, dengan indikator ekonomi utama dalam rentang yang wajar. Namun demikian pemerintah masih menghadapi banyak kesulitan dan tantangan. Menkeu tidak memberikan rincian yang tepat dari langkah-langkah yang ditargetkan tersebut, namun ia mengatakan pemerintah akan berupaya lebih efisien lagi dalam penggunaan dana yang ditransfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

Selain itu, pihak otoritas juga akan merombak kebijakan pajak preferensial yang ada saat ini, dan terus memperketat pengeluaran administrasi. Dan pernyataan menteri tersebut mempertegas pernyataan para petinggi sebelumnya tentang perlunya dukungan moderat terhadap pertumbuhan ekonomi, meskipun ekonomi nampak kehilangan tenaga.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar