Kamis, 19 Oktober 2017

world-economy  World Economy

China Tolak Taiwan Gabung AIIB karena Alasan Khusus

Rabu, 15 April 2015 10:23 WIB
Dibaca 1681

Monexnews -  Pada hari Senin lalu, pemerintah Taiwan menyatakan bahwa permohonannya untuk menjadi anggota bank infrastruktur Asia ditolak oleh China. Namun demikian, keanggotaan di masa depan masih dimungkinkan jika Taiwan memakai 'nama lain' dalam permohonannya.

Masalah 'nama' diklaim menjadi kendala bagi Taiwan untuk bergabung. Seperti diketahui dalam berbagai event dan forum internasional, termasuk Olimpiade, Taiwan biasanya memakai nama 'China Taipei' sebagai identitas negara. Hal inilah yang diduga menjadi sumber keberatan Beijing untuk menerima keanggotaan Taiwan.

Kata 'China' tidak hanya merefleksikan superioritas negara perekonomian terbesar di Asia. Namun juga membawa memori sejarah yang kurang baik di masa lampau. China Taipei atau Taiwan dulunya adalah bagian dari negara China yang sekarang berdiri, sebelum akhirnya terpisah di tahun 1949 karena perang saudara. Pemerintah Beijing menginginkan hanya ada satu 'China' di dunia internasional, dan China Taipei bukanlah suatu entitas kedaulatan kecuali pemerintahnya memakai nama Taiwan.

Bank Investasi Infrastruktur Asia adalah bank simpan pinjam yang dibentuk oleh China sebagai sumber pendanaan negara-negara yang membutuhkan modal pembangunan. Keberadaannya dianggap oleh Amerika dan sekutunya sebagai alat untuk memperluas pengaruh Tiongkok meski pada akhirnya beberapa sekutu Washington ikut bergabung, termasuk Inggris dan Jerman. Indonesia sendiri sudah bergabung dengan AIIB sejak pertama kali berdiri walaupun absen saat peluncurannya tahun lalu.

Keputusan China untuk mempelopori pendirian bank simpan pinjam ala World Bank dan Asian Development Bank (ADB) sempat tidak mendapat dukungan dari 3 negara besar di kawasan Asia Pasifik. Amerika Serikat bahkan merasa langkah itu tidak perlu karena lembaga kreditur yang sudah ada sekarang mampu mengakomodasi kepentingan anggotanya. Dengan bermodalkan kas awal $50 miliar, AIIB tetap diluncurkan pada tanggal 24 Oktober 2014 di Beijing.

Pihak Amerika Serikat mengklaim keberadaan AIIB hanya untuk menyaingi Bank Dunia dan ADB, yang selama ini memang dikenal sebagai perpanjangan tangan Washington di negara-negara berkembang. Sejak menjadi negara perekonomian terbesar sejagad, Tiongkok memang giat memperluas pengaruhnya di sektor bisnis maupun politik ke negara-negara mitra dagang, salah satunya adalah dengan mendirikan bank kreditur baru. Sikap Amerika mendapat dukungan dari 3 negara besar di Asia Pasifik. Perwakilan dari Australia, Indonesia dan Korea Selatan tidak hadir dalam peluncuran AIIB sehingga memunculkan spekulasi bahwa inisiatif China tidak mendapat support dari negara tetangga. Tetapi perkiraan itu pupus karena Indonesia akhirnya jadi ikut bergabung. China sendiri menjadi penyandang dana terbesar AIIB dengan kontribusi modal awal mencapai 50%. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar