Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

world-economy World Economy

Cina Akan Melanjutkan Reformasi Ekonomi

Senin, 22 Juli 2013 10:03 WIB
Dibaca 397

Monexnews - Cina akan melakukan reformasi di sektor pertanahan, industri BUMN, dan pajak setelah menjalankan kebijakan reformasi sektor keuangan, menurut laporan Xinhua. Akhir pekan lalu, bank sentral Cina (PBOC) telah menghapus batas bawah suku bunga kredit sebagai kebijakan lanjutan untuk mempersiapkan liberalisasi nilai tukar yuan. "Cina harus menyeimbangkan manfaat yang didapat dari pergerakan nilai tukar yang lebih bebas, termasuk memangkasi inflasi dan aliran modal spekulasi, terhadap resiko gejolak ekonomi yang dapat timbul dari kebijakan reformasi. Memungkinkan pergerakan nilai tukar yuan yang lebih fleksibel lebih mudah dikatakan daripada dijalankan," tulis Xinhua.

Harian pemerintah Cina tersebut menulis kebijakan reformasi keuangan tidak dapat dilakukan dalam semalam namun pemerintah tidak berniat untuk menarik kembali niatnya untuk menjalankan reformasi. Xinhua melaporkan kebijakan reformasi keuangan harus dibarengi dengan reformasi di sektor lainnya termasuk pertanahan, BUMN, dan fiskal. Dalam wawancara dengan Xinhua, Menteri keuangan Lou Jiwei mengatakan Cina mempertimbangkan kebijakn reformasi pajak bisnis dan pelonggaran administrasi untuk membantu ekonomi. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar