Selasa, 24 Januari 2017

world-economy  World Economy

Cina Mungkin Tidak Butuhkan Stimulus Agresif

Kamis, 18 September 2014 13:40 WIB
Dibaca 466

Monexnews - Cina mungkin tidak membutuhkan stimulus agresif selama tingkat pertumbuhan ekonomi masih berada dalam kisaran target pemerintah, menurut petinggi bank sentral Cina Chen Yu. Komentar Yu tersebut dapat sinyalkan bahwa Beijing mungkin akan melanjutkan kebijakan stimulus selektif demi menopang aktivitas perekonomian.  

Serangkaian data ekonomi Cina terakhir cukup mengecewakan dan ini telah menimbulkan ekspektasi bahwa Beijing mungkin akan meluncurkan stimulus agresif demi menjaga laju pertumbuhan ekonomi terbesar No.2 di dunia tersebut. Kemarin, media melaporkan bahwa PBOC telah menyuntikan likuiditas $82 miliar kepada 5 bank terbesar di Cina.

"Kebijakan moneter saat ini sesuai. Kami tidak perlu meluncurkan stimulus agresif selama aktivitas ekonomi tidak jauh dari kisaran target," tutur Chen yang juga utarakan bahwa PBOC akan melanjutkan pemberian stimulus mini demi menjaga momentum pertumbuhan. "Tekanan penurunan aktivitas perekonomian di kuartal keempat tidak dapat diabaikan dan ini berarti akan berlanjutnya  stimulus mini. Namun, kami sebaiknya harus mencegah agar stimulus mini tidak berubah menjadi stimulus agresif," ungkap Chen ketika diwawancarai oleh Financial News. 

Ma Jun, pimpinan ekonom untuk divisi riset di PBOC, juga mewaspadai kebijakan stimulus agresif seraya utarakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dapat turut mendukung kebijakan reformasi yang tengah dijalankan pemerintah. Sementara itu Hang Seng melemah pada perdagangan Kamis. Hang Seng futures kini diperdagangkan 24100; menjauhi level tinggi harian 24331.  (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar