Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news GDP AS Q1 1.2% vs publikasi awal 0.7%, lebih tinggi dari estimasi 0.9%.

world-economy  World Economy

Coba Selamatkan Rupiah, BI Terapkan Denda Transaksi Domestik Non-Rupiah

Jumat, 5 Juni 2015 13:05 WIB
Dibaca 1875

Monexnews - Bank Indonesia akan menerapkan denda untuk transaksi dalam negeri yang dilakukan dengan menggunakan mata uang asing mulai dari bulan Juli seiring pihak moneter yang berwenang berusaha menghentikan pelemahan rupiah, yang telah anjlok ke level rendah 17-tahun. Bank sentral akan mengharuskan semua transaksi antara pihak domestik di Indonesia menggunakan pembayaran dalam bentuk rupiah dan melarang perusahaan-perusahaan menolak pembayaran dalam bentuk rupiah, menurut Bank Indonesia dalam suratnya tanggal 1 Juni dan efektif secepatnya. Aturan bulan Juli tersebut akan menerapkan denda sebesar 1% untuk transaksi yang melanggar syarat, atau sebanyak 1 milyar rupiah ($75,200), menurut pernyataan BI.

Sejumlah peruashaan membayarkan pegawai dalam bentuk dollar sementara sejumlah biaya sewa ditaggihkan dalam bentuk mata uang AS. Bank Indonesia memperkirakan bahwa transaksi diantara pihak domestik mencapai 12 milyar dollar per hari, menurut direktur Nanang Hendarsah dalam wawancara di Jakarta hari Rabu lalu. Peraturan tersebut adalah perubahan terbaru yang dibuat oleh bank sentral untuk menstabilkan rupiah, mata uang Asia dengan performa terburuk tahun ini, menyusul peraturan sebelumnya untuk perusahaan agar melakukan heding obligasi mata uang asing dan relaksasi terhadap aset derivatif.
Salah satu strategis mengatakan bahwa menurutnya skala transaksi tersebut nampaknya tidak cukup besar untuk mempunyai dampak terhadap level makro atau nilai tukar antar bank. Menurut kami hal ini merupakan peralihan dari permasalahan sesungguhnya, tambahnya. rupiah melemah sekitar 0.1% pada hari Jumat menuju level 13,292 per dollar pada sesi tengah hari di Jakarta, membawa pelemahan tahun 2015 menjadi sekitar 6.8%, menurut data dair bank lokal. Persyaratan untuk penggunaan rupiah tidak termasuk transaksi untuk anggaran negara, The requirements for rupiah use exclude transactions for the state budget, hibah dana dari luar negeri dan perdagangan internasional, menurut pernyataan BI. funding grants from overseas parties and international trade, according to the statement. Peraturan tersebut juga membebaskan aktivitas perbankan termasuk pinjaman dan obligasi mata uang asing, dan juga transaksi antar bank. Bank sentral mungkin juga akan membebaskan sejumlah transaksi terkait pendanaan aktivitas infrastruktur.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar