Rabu, 29 Maret 2017

breaking-news Indeks Kepercayaan Konsumen AS melonjak ke 125.6 di bulan Maret, melampaui estimasi 114.0

world-economy  World Economy

CPI Jepang Gagal Puaskan Pelaku Pasar

Jumat, 25 April 2014 13:37 WIB
Dibaca 388

Monexnews - Upaya pemerintah Jepang untuk mengakhiri deflasi benar-benar menemui kendala berat. Fakta itu terungkap pada laporan consumer price index atau inflasi nasional hari ini. 

Harga konsumen inti kota Tokyo, tidak termasuk bahan pangan segar, naik 2.7% di bulan April 2014 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun lonjakan ini lebih banyak disebabkan oleh efek kenaikan pajak penjualan (PPN) yang berlaku mulai 1 April, di mana berdampak langsung terhadap dinamika harga di pasar. Apabila tanpa memperhitungkan efek pajak, maka kenaikan harga inti hanya sebesar 1% atau sama dengan bulan lalu.

Sementara untuk core consumer prices nasional Jepang bulan Maret (sebelum berlakunya kenaikan PPN) naik 1.3% dibandingkan periode yang sama tahun 2013 atau tidak berubah dalam tiga bulan terakhir. Data tersebut juga lebih rendah dibandingkan estimasi kenaikan pelaku pasar yang sebesar 1.4%.

Hasil data terbaru itu kian memperkuat pesimisme terhadap kemampuan pemerintah dalam mengerek inflasi ke level 2% sampai tahun 2015. Pelonggaran moneter yang dilakukan oleh Bank of Japan sejak awal tahun ini memang mampu meningkatkan kinerja ekonomi dan menaikkan harga-harga di pasar, namun efeknya belum seperti yang diharapkan oleh pelaku ekonomi.

Prospek harga konsumen semakin tidak menentu karena nilai tukar Yen relatif kuat terhadap Dollar. Padahal pelemahan valuta merupakan senjata pemerintah untuk menggenjot daya saing produk Jepang di luar negeri. Apabila situasi ini terus berlanjut, maka kepercayaan bisnis perusahaan dan lembaga keuangan akan semakin turun. Perekonomian Jepang diperkirakan mengalami kontraksi atau perlambatan pada kuartal II 2014, akibat terpengaruh oleh kenaikan pajak. Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi ekonomi Jepang tumbuh 1.4% di tahun ini sebelum akhirnya turun lagi menjadi 1% pada tahun depan.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar