Jumat, 15 Desember 2017

world-economy  World Economy

Credit Suisse Pangkas Proyeksi Rupiah

Rabu, 11 Maret 2015 10:19 WIB
Dibaca 616

Monexnews - Rupiah Indonesia diperkirakan akan melemah hingga menuju level 13,800 terhadap dollar AS hingga tahun depan, dilatarbelakangi alasan fundamental dan kebijakan, menurut Credit Suisse. Credit Suisse merevisi proyeksi untuk defisit neraca berjalan yang lebih besar di tahun 2015 menjadi 1.7% dari GDP dibandingkan 2.5% sebelumnya, untuk menunjukkan tingkat permintaan impor terkait kenaikan tingkat investasi. Menurut analis Santitarn Sathirathai, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia akan terus mengandalkan aliran portofolio untuk mengisi gap pendanaan eksternal, membuat mata uang lebih rentan di dalam peirode lemahnya sentimen resiko dan atau mengetatnya kondisi pendanaan global. Credit Suisse juga menyoroti pernyataan dari bank sentral Indonesia yang mengatakan pihaknya bersedia untuk mentoleransi pelemahan mata uang. Depresiasi mata uang akan membantu memangkas defisit neraca berjalan, dan juga menopang sektor manufaktur, sejalan dengan target pemerintah mendiversifikasikan perekonomian, menurut Credit Suisse. 

Sementara itu, Credit Suisse menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, terkait penurunan harga bahan bakar dan pelonggaran lebih awal dari bank sentral di negara perekonomian terbesar Asia Tenggara tersebut. Langkah tersebut diyakini akan menopang tingkat pertumbuhan permintaan domestik pada semester kedua tahun ini dan terlebih di tahun 2016. Meski demikian, revisi naik menjadi 5.1% dari 5.0% untuk tahun 2015, dan 5.7% dari 5.5% untuk tahun 2016 masih berada di bawah konsensis, sebagian disebabkan oleh kecemasan di China dan ekspektasi bahwa tingkat konsumsi akan kembali terhambat.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar