Minggu, 17 Desember 2017

world-economy  World Economy

Dampak Reformasi China Mungkin Akan Terasa di Tahun 2015

Jumat, 12 September 2014 12:58 WIB
Dibaca 1689

Monexnews - Perekonomian China kemungkinan akan kembali melambat di tahun 2015 seiring dampak reformasi menjadi lebih akut, menurut peringatan ahli pada World Economic Forum (WEF) di Tianjin, China. "Di tahun 2015, pasar sektor propeti akan terus melambat, menciptakan masalah bagi perekonomian yang mana sedang mencari mesin penggerak pertumbuhan yang baru," ucap Li Daokui, dekan pada Schwarzman Scholars Program di Tsinghua University pada sela-sela rapat pertemuan tahunan WEF di China. "Mesin baru untuk pertumbuhan membutuhkan waktu," ucap Li, mantan penasehat bank sentral China, menambahkan bahwa pemerintah seharusnya menetapkan target pertumbuhan gross domestic product (GDP) tahun depan serendah 7%, turun dari target sebesar 7.5% di tahun 2014.

Negara perekonomian terbesar kedua di dunia, yang mana sedang berada di tengah transisi menuju model pertumbuhan yang dipimpin oleh tingkat konsumsi, bertumbuh dengan laju sebesar 7.5% di kuartal kedua, naik dari 7.4% pada kuartal sebelumnya.
"Saya akan mengatakan pemerintah akan masih harus sangat proaktif dalam menempatkan proyek infrasturktur besar bersama-sama untuk melindungi terhadap perlambatan sektor properti, seperti apa yang mereka lakukan tahun ini," ucapnya. Dariusz Kowalczyk, ekonom senior dan strategis pada Credit Agricole, juga memperkirakan perekonomian China akan melambat hingga ke sekitar 7% tahun depan. Ia memperkirakan pemerintah akan mengurangi stimulus ekonomi dan menurunkan target pertumbuhannya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar