Sabtu, 22 Juli 2017

world-economy  World Economy

Data China Sinyalkan Perlambatan Ekonomi

Kamis, 13 Maret 2014 13:47 WIB
Dibaca 619

Monexnews - Output industri, investasi, dan pertumbuhan penjualan ritel China melambat lebih dari estimasi di bulan Januari dan Februari, mensinyalkan perlambatan ekonomi yang membuat target ekspansi pemerintah lebih sulit untuk dicapai. Tingkat produksi pabrik naik sebesar 8.6% dalam 2 bulan dari setahun lalu, menurut National Bureau of Statistics hari ini di Beijing, dibandingkan dengan perkiraan analis sebeasr 9.5%. Tingkat penjualan ritel naik sebesar 11.8%, sementara investasi fixed-asset naik sebesar 17.9%.

Perdana Menteri Li Keqiang hari ini mengatakan bahwa ada fleksibilitas pada target pertumbuhan China sebesar 7.5% tahun ini dan kecemasan utama pemerintah adalah pekerjaan dan mata pencaharian. Meski demikian, perlambatan mungkin akan memperbesar peluang penambahan stimulus dan menguji komitmen dari Partai Komunis untuk memberikan pasar peran lebih penting pada negara perekonomian terbesar kedua di dunia sembari menurunkan kapasitas berlebih, hutang, dan polusi.

“Perlambatan yang cukup dramatis tidak biasanya terjadi pada sejarah ekonomi China dekade lalu” dan hari ini data “lemah secara mengejutkan,” ucap Dariusz Kowalczyk, ekonom senior dan strategis pada Credit Agricole CIB di Hong Kong. “Data tersebut mengacu pada perlambatan momentum di awal tahun 2014.”

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar