Minggu, 28 Mei 2017

world-economy  World Economy

Data Ekonomi China Jelek, Terbuka Ruang untuk Pelonggaran Baru

Senin, 4 Mei 2015 14:47 WIB
Dibaca 572

Monexnews - Peoples Bank of China (PBOC) sejak awal tahun lalu sudah mengucurkan berbagai stimulus untuk mendongkrak kinerja ekonomi nasional. Namun sampai dengan kuartal II 2015, aksi pemerintah belum menunjukkan hasil memuaskan. Hasil data terbaru manufacturing PMI memperlihatkan penurunan ekonomi di Tiongkok, khususnya di sektor pabrikan. Pada kuartal I tahun ini, laju ekonomi melemah ke rekor rendah 7% dan diprediksi tetap demikian sampai beberapa kuartal ke depan, kecuali ada strategi baru dari otoritas. HSBC manufacturing PMI turun dalam laju tercepatnya dalam 13 bulan terakhir, turun dari 49.6 (Maret) menjadi 48.9. Tingkat produksi juga stagnan, dan jumlah pesanan baru turun drastis akibat lemahnya permintaan domestik. 

Adapun pesanan ekspor meningkat secara marjinal. Sayangnya permintaan domestik yang rendah berujung pada penurunan harga dan daya serap tenaga kerja. Tekanan deflasi tetap eksis seiring dengan turunnya harga barang produksi dan produk impor. Kemungkinan besar buruknya rilis data terbaru tersebut akan membuat bank sentral mempelonggar lagi kebijakan moneternya.

PBOC sudah memangkas Giro Wajib Minimum perbankan guna memperbanyak perputaran uang di sistem keuangan. Bunga pinjaman juga dipangkas, begitu pula dengan marjin untuk pembelian rumah ke-dua dari 60% menjadi hanya 40%. Jika dirasa belum cukup, terbuka peluang adanya pelonggaran lebih lanjut. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar