Senin, 23 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Data Inflasi Membuat RBA Dilema

Rabu, 22 Januari 2014 16:39 WIB
Dibaca 510

Monexnews - Kejutan naik pada tingkat inflasi Australia akan membuat bank sentral untuk berpikir dua kali, menurut analis, membuat pihaknya lebih sulit untuk memutuskan antara menahan tingkat suku bunga tetap rendah untuk menstimulasi perekonomian dan menaikkan tingkat suku bunga untuk menahan laju inflasi. Inflasi tingkat konsumen naik sebesar 0.8% pada kuartal terakhir tahun 2013, membawa tingkat inflasi tahunan untuk mencapai 2.7%, dekat dengan batas atas target Reserve Bank of Australia yaitu antara 2-3%. Kenaikan tajam pada harga buah-buahan dan sayur-sayuran, biaya perjalanan, dan tembakau mengakibatkan kenaikan harga secara keseluruhan.

Bursa saham Australia melemah sebanyak 0.7% pasca berita dirilis, sementara dollar Australia menguat terhadap dollar, menjauh dari level rendah 3-1/2 tahun pada hari Senin. Penurunan sebesar 15% pada nilai tukar aussie pada tahun lalu juga menjadi factor kunci kenaikan harga, meningkatkan biaya impor. Analis mengatakan data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memicu langkah yang lebih hawish dari bank sentral.

"Data inflasi naik secara mengejutkan dan menandakan bahwa tingkat suku bunga akan mengalami kenaikan," ucap Matthew Circosta, ekonom pada Moody's Analytics. "Resiko inflasi meningkat seiring pasar perumahan terus kuat dan dollar terkoreksi dari level tinggi. Tingkat inflasi akan terus naik dan RBA harus waspada di tahun 2014," tambahnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar