Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news Klaim Pengangguran AS naik ke 234K pekan lalu,sebelumnya 232K, perkiraan 238K

world-economy  World Economy

Data PDB Tak Pengaruhi Kebijakan Moneter The Fed

Kamis, 31 Juli 2014 6:50 WIB
Dibaca 589

Monexnews - Rebound tajam produk domestic bruto AS belum cukup bagi Federal Reserve untuk merubah outlook kebijakan moneternya. Pada rapat yang berakhir Rabu bank sentral AS tersebut kembali memangkas program pembelian obligasi sebesar $10 miliar menjadi $25 miliar per bulan dan mempertahankan tingkat suku bunga jangka pendek dekat nol.

Secara keseluruhan outlook kebijakan moneter Fed masih sama dengan sebelumnya, program pembelian obligasi diproyeksikan akan berakhir pada bulan Oktober, dan tingkat suku bunga akan tetap rendah dalam “beberapa waktu kedepan” meski program pembelian obligasi telah berakhir. Presiden Fed Philadelphia, Charles Plosser, menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tingkat suku bunga tetap rendah dalam “beberapa waktu kedepan”, ia mengatakan pernyataan tersebut lebih mencerminkan tingkat suku bunga “tergantung dengan waktu”, tidak mencerminkan “kemajuan perekonomian yang diinginkan”

Pasar tenaga kerja dikatakan menunjukkan perbaikan, dan tingkat pengangguran turun, namun masih terdapat kapasitas tenaga kerja yang signifikan untuk dimanfaatkan di pasar tenaga kerja. Tingkat inflasi dikatakan telah mendekati target 2%.

Untuk mendukung pasar tenaga kerja hingga mencapai kapasitas maksimum, serta mencapai stabilitas harga, Fed menegaskan kebijakan moneter akomodatif masih tepat. Aktivitas ekonomi dikatakan tumbuh secara moderat.

Sebelumnya Departemen Perdagangan AS melaporkan produk domestik bruto AS tumbuh 4% di kuartal kedua dari periode yang sama tahun sebelumnya, setelah pada kuartal pertama merosot 2,1%. Pertumbuhan di kuartal kedua tersebut merupakan yang tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2013. Sementara data dari ADP menunjukkan sektor swasta AS menambah 218.000 tenaga kerja di bulan Juli. Meski lebih rendah dari estimasi ekonom sebesar 230.000 tenaga kerja, namun angka di bulan Juli tersebut masih lebih tinggi dari rata-rata tahun ini. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar