Senin, 18 Desember 2017

world-economy  World Economy

Data Perdagangan Berbalik Defisit karena Aturan Ekspor Mineral

Senin, 3 Maret 2014 12:48 WIB
Dibaca 356

Monexnews - Sektor perdagangan Indonesia berbalik dari surplus menjadi defisit di bulan Januari 2014 karena faktor negatif dari kebijakan ekspor mineral yang diberlakukan awal tahun ini. Sebelum aturan tersebut berlaku, perdagangan Indonesia sempat mencatat surplus selama tiga bulan beruntun sampai bulan Desember. 

sektor perdagangan nasional mengalami defisit $440 juta atau bertolak belakang dengan ekspektasi pasar, yang memperkirakan surplus $600 juta. Dari angka itu, volume ekspor bulan Januari tercatat turun sebesar $14.48 miliar atau lebih rendah 14.63% dibandingkan catatan bulan Desember 2013 lalu di angka $14.92 miliar. Sementara untuk periode tahunan, ekspor melemah 5.8% atau masih lebih baik dibandingkan ekspor (on year) Januari yang turun sampai 14.6%.

"Defisit perdagangan disebabkan oleh implementasi aturan ekspor bahan mentah," ujar Wakil Kepala Badan Pusat Statistik, Adi Lumaksono, dalam konferensi persnya. Ekspor hasil tambang merosot 70.1% dibandingkan bulan Desember, sekaligus menunjukkan betapa besarnya ketergantungan Indonesia terhadap pesanan hasil bumi mentah.

Defisit perdagangan yang tercatat di bulan Januari menghambat upaya penyeimbangan defisit current-account, yang sesungguhnya sudah menyempit menjadi $4.0 miliar atau setara 1.98% dari gross domestic product Indonesia (kuartal IV). Pada kuartal III 2013 lalu, rasio defisit neraca transaksi berjalan sempat mencapai $8.5 miliar atau 3.9% dari GDP.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar