Selasa, 17 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Data Perekonomian China Tunjukkan Permulaan Terlemah Sejak 2009

Senin, 11 Maret 2013 18:33 WIB
Dibaca 559

Monexnews - Produksi industri China saat  ini  mengalami permulaan yang terlemah sejak 2009 dan pertumbuhan pinjaman dan penjualan retail melambat, hal ini semakin menggarisbawahi tantangan untuk pemimpin yang baru yang ingin mempersempit kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

Produksi naik menjadi 9.9% dalam dua bulan pertama dan penjualan retail naik 12.3 %, data pemerintah menunjukkan pada 9 Maret, yang mendekati perkiraan para ekonom. Pinjaman baru untuk mata uang lokal di bulan Februari turun menjadi 620 milyar yuan ($99.6 milyar), kata People’s Bank of China kemarin, lebih rendah dari perkiraan 27 dari 28 ekonom yang di survei oleh Bloomberg News.

Kuatnya permintaan dari AS setelah turunnya tingkat pengangguran ke level terendah dalam empat tahun yang mungkin membantu Perdana Mentri pendatang baru Li Keqiang  untuk mencapai target ekspansi 7,5% dalam GDP yang dicari oleh para pembuat kebijakan untk memasuki minggu akhir dari pertemuan mereka di National People’s Congress di Beijing. Kenaikan terbesar di bulan Januari dan Februari pada ekspor China sejak 2012 dan cepatnya pertumbuhan investasi menunjukkan bahwa negara dengan perekonomian terbesar kedua belum menghentikan diri mereka sendiri dari ketergantungan pada perdagangan dan pengeluaran pada aset tetap.   

Pertumbuhan menunjukkan “pola yang kuno, terutama mengadalkan pada ekspor dan investasi, dengan konsumsi yang lambat,” kata Louis Kuiss, kepala ekonom China di Royal Bank of Scitland Plc di Hong Kong.

Pada saat yang sama, data kredit di bulan Februari menunjukkan bahwa bank sentral mungkin akan bekerja keras untuk peningkatan kredit  dan pengumpulan pembiayaan yang dimulai sejak tahun lalu, kata Kuiss, yang sebelumnya bekerja sebagai ekonom untuk World Bank di Beijing.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar