Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Defisit Current Account Jepang Membengkak Di Bulan November

Selasa, 14 Januari 2014 9:19 WIB
Dibaca 294

Monexnews -

Defisit current account Jepang melebar ke rekor tertinggi di bulan November seiring melonjaknya impor, menggarisbawahi tantangan untuk Perdana Menteri Shinzo Abe seiring dia mencoba untuk mendorong berlanjutnya pertumbuhan ekonomi Jepang.

Defisit sebesar $592.8 milyar ($5.7 milyar) adalah yang terlebar dalam ukuran perdagangan, di laporkan pada hari ini oleh Menteri Keuangan di Tokyo, yang hasilnya lebih lebar dari perkiraan median yang sebesar 368.9 milyar yen dalam survey Bloomberg terhadap 24 ekonom. Menjelang data, Goldman Sachs Group Inc. mengatakan pendapatan yang lebih kecil di bulan November mungkin berikan peran terhadap pelebaran defisit.

Pelemahan pada yen dan permintaan yang ekstra untuk energi karena penutupan tempat pengembangan nuklir telah meningkatkan nilai impor Jepang, dengan menyoroti mundurnya pemulihan yang termasuk juga kenaikan pajak penjualan di bulan April. Resiko jangka panjang untuk sebuah negara adalah adanya setiap peningkatan defisit yang berkelanjutan yang menyebabkan pelemahan kepercayaan investor dalam surat utang pemerintah Jepang.

“Defisit harus mulai menyusut secara bertahap di balik pemulihan global,” kata Kazuhiko Ogata, kepala ekonom Jepang di Credit Agricole di Tokyo sebelum data di rilis..

Defisit ini adalah yang terbesar di bandingkan dengan data yang sudah di rilis sejak 1985.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar