Sabtu, 23 September 2017

world-economy  World Economy

Defisit Membengkak, Rupiah Sulit Bergerak

Kamis, 1 Agustus 2013 12:55 WIB
Dibaca 445

Monexnews - Defisit perdagangan Indonesia makin besar akhir semester I 2013. Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan bahwa defisit bulan Juni mencapai $850 juta atau lebih besar dibandingkan jumlah defisit bulan Mei yang hanya $590 juta. Faktor lesunya permintaan ekspor masih menjadi titik lemah komponen perdagangan Indonesia. 

Sebelumnya, hasil survei Dow Jones terhadap 9 orang ekonom regional menghasilkan estimasi defisit lebih besar, yakni sebanyak $910 juta. BPS mengatakan bahwa volume ekspor Indonesia ke luar negeri hanya menembus angka $14.74 miliar di bulan Juni atau turun 4.5% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Rasio penurunan ekspor secara bulanan bahkan mencapai 8.6%.

"Sebenarnya volume ekspor komoditi kita naik (di bulan Juni), namun penurunan harga komoditi dunia membuat pemasukan negara ikut turun," ujar Kepala BPS, Suryamin, kepada awak media. Sementara untuk komponen impor, rasio penurunannya adalah sebesar 6.8% (on year) ke angka $15.59 miliar atau menunjukkan kontraksi dibandingkan catatan bulan sebelumnya yang sebesar 6.4%. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan impor komoditi migas dan non-migas dalam sebulan terakhir.

Mengacu pada fakta tersebut, kinerja perdagangan Indonesia diprediksi kemungkinan masih akan membebani pergerakan nilai tukar Rupiah dan mempersulit upaya bank sentral untuk menangkal tekanan inflasi. Terlebih lagi beberapa saat sebelumnya, angka inflasi bulan Juli keluar di atas estimasi yakni pada level 8.61% (on year) atau tertinggi sejak Januari 2009. Nilai tukar Rupiah saat ini terpantau di level 10.280 per Dollar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar