Rabu, 18 Januari 2017

world-economy World Economy

Defisit Perdagangan AS Menyempit Tipis; Tingkat Ekspor Naik

Jumat, 5 Desember 2014 21:15 WIB
Dibaca 677

Monexnews - Defisit perdagangan AS menyempit kurang dari ekspektasi di bulan Oktober seiring penurunan pada harga minyak mentah gagal menutup kenaikan pada tingkat impor, sementara kenaikan pada tingkat ekspor menandakan perekonomian berhasil mengatasi melemahnya permintaan global. Data dari Departemen Perdagagangan pada hari Jumat menunjukkan defisit perdagangan mengecil sebanyak 0.4% menjadi 43.4 milyar dollar. Defisit perdagangan bulan September direvisi naik emnjadi 43.6 milyar dollar dari 43.03 milyar dollar sebelumnya. Ekonom memperkirakan defisi perdagangan menyempit hingga 41.4 milyar dollar. Jika disesuaikan dengan inflasi, defisit berada stabil pada 50.84 milyar dollar, menandakan bahwa sektor perdagangan akan menghambat laju gross domestic product di kuartal keempat. Sektor perdagangan adalah salah satu kontributor terhadap laju pertumbuhan tahunan sebeasr 3.9% pada kuartal ketiga lalu.

Tingkat impor naik sebanyak 0.9% di bulan Oktober menuju rekor tinggi pada 241 milyar dollar. Impor bahan bakar mencapai level terendah sejak November 200. Booming energi domestik telah membuat Amerika Serikat dapat mengurangi ketergantungannya terhadap minyak asing, meredakan tekanan pada defisit perdagangan. Penurunan harga minyak, yang mana turun ke level terendah sejak Februari 2011 pada bulan Oktober, juga membantu menekan biaya impor. Sementara melambatnya perekonomian global juga menekan harga minyak mentah, hanya sedikit tanda-tanda bahwa sektor ekspor AS mendapat tekanan. Tingkat ekspor naiks ebanyak 1.2% menjadi 197.5 milyar dollar di bulan Oktober. Ekspor menuju Uni Eropa naik sebanyak 8.5%, sementara China mencetak kenaikan sebesar 36% pada nilai barang yang diimpor dari Amerika Serikat. Tingkat ekspor menuju Jepang naik sebanyak 4.0%, sementara ekspor menuju Kanada dan Meksiko mencapai rekor tinggi. Bagaimanapun juga, penguatan dollar yang berkelanjutan diperkirakan akan menekan laju pertumbuhan ekspor dalam beberapa bulan mendatang. Tingkat impor dari China mencapai rekor tinggi, membuat gap perdagangan berada pada 32.6 milyar dollar.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar