Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

Defisit Perdagangan Hambat Upaya Stabilisasi Current Account

Selasa, 4 Maret 2014 13:23 WIB
Dibaca 359

Monexnews  Indonesia kembali mengalami defisit perdagangan untuk periode bulan Januari 2014. Penurunan kinerja ekspor sama sekali di luar perkiraan palaku pasar keuangan, mengingat sebagian besar lembaga keuangan justru memperkirakan surplus. 

Menurut perusahaan investasi Morgan Stanley, defisit perdagangan Indonesia sangat di luar dugaan dan menghambat upaya stabilisasi defisit neraca transaksi berjalan. Fakta bahwa kinerja perdagangan berbalik negatif di awal tahun semakin mempersulit usaha pemerintah untuk menggerus defisit current account.

"Apabila defisit perdagangan sebesar 0.6% bertahan untuk kuartal pertama, maka rasio defisit neraca transaksi berjalan Indonesia akan mendekati 3% dari GDP nasional," demikian urai Morgan Stanley dalam pernyataannya hari ini. Sampai saat ini, harga komoditi ekspor tidak kunjung meningkat sehingga menghambat pemasukan negara. Di sisi lain, penguatan nilai tukar Rupiah membuat sektor ekspor gagal menunjukkan kinerja terbaiknya.Rupiah telah menguat 4.7% terhadap US Dollar sejak awal tahun 2014. Pergerakan kuat mata uang domestik akan memaksa pemerintah untuk merevisi pandangan ekonominya untuk kuartal berikutnya.

Seperti diketahui, sektor perdagangan Indonesia berbalik dari surplus menjadi defisit di bulan Januari 2014 karena faktor negatif dari kebijakan ekspor mineral yang diberlakukan awal tahun ini. Sebelum aturan tersebut berlaku, perdagangan Indonesia sempat mencatat surplus selama tiga bulan beruntun sampai bulan Desember.

Sektor ekspor-impor mengalami defisit $440 juta atau bertolak belakang dengan ekspektasi pasar, yang memperkirakan surplus $600 juta. Dari angka itu, volume ekspor bulan Januari tercatat turun sebesar $14.48 miliar atau lebih rendah 14.63% dibandingkan catatan bulan Desember 2013 lalu di angka $14.92 miliar. Sementara untuk periode tahunan, ekspor melemah 5.8% atau masih lebih baik dibandingkan ekspor (on year) Januari yang turun sampai 14.6%.

"Defisit perdagangan disebabkan oleh implementasi aturan ekspor bahan mentah," ujar Wakil Kepala Badan Pusat Statistik, Adi Lumaksono, dalam konferensi persnya kemarin. Ekspor hasil tambang merosot 70.1% dibandingkan bulan Desember, sekaligus menunjukkan betapa besarnya ketergantungan Indonesia terhadap pesanan hasil bumi mentah.

Defisit perdagangan yang tercatat di bulan Januari menghambat upaya penyeimbangan defisit current-account, yang sesungguhnya sudah menyempit menjadi $4.0 miliar atau setara 1.98% dari gross domestic product Indonesia (kuartal IV). Pada kuartal III 2013 lalu, rasio defisit neraca transaksi berjalan sempat mencapai $8.5 miliar atau 3.9% dari GDP.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar