Rabu, 25 Januari 2017

breaking-news Laju inflasi CPI kuartal keempat Australia naik 0.5% vs. 0.7%, estimasi 0.7%.

world-economy  World Economy

Defisit Perdagangan Indonesia Menyempit di November

Rabu, 2 Januari 2013 12:34 WIB
Dibaca 548

Monexnews - Kinerja neraca perdagangan Indonesia perlahan membaik di tengah iklim perlambatan ekonomi global. Defisit perdagangan bulan November 2012 menyempit dari rekor $1,55 miliar (Oktober) menjadi $480 juta. Namun demikian, kondisi secara keseluruhan masih rapuh mengingat beberapa harga komoditi penting masih sangat rendah. Demikian laporan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. 

Walau makin rendah di penghujung tahun, defisit November masih lebih besar dibanding estimasi ekonom regional yang disurvei Dow Jones Newswires. Konsensus ekonom memprediksi defisit perdagangan Indonesia muncul pada angka $393.5 juta. BPS mengungkapkan bahwa nilai ekspor mencapai $16.44 miliar atau turun 4.6% dibanding satu tahun sebelumnya namun naik 7.3% dibandingkan catatan Oktober. Sementara nilai impor naik 9.92% dibandingkan tahun lalu pada angka $16.92 miliar. Akan tetapi angkanya masih menunjukkan kontraksi 1.67% dibandingkan satu bulan sebelumnya.

Nilai total ekspor antara bulan Januari-November adalah sebesar $174.76 miliar atau turun 6.25%. Sedangkan total impor adalah$176.09 miliar atau naik 9.4%, sehingga menghasilkan defisit $1.33 miliar. BPS mengatakan bahwa impor tahun 2012 sebagian besar terkait dengan produk permesinan, mekanik, dan kelistrikan. Hal itu dipengaruhi oleh iklim investasi dan konstruksi di dalam negeri yang sedang ramai.

Update berita 13.25 WIB: BPS merevisi defisit perdagangan RI dari $1,55 miliar menjadi $1,88 miliar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar