Selasa, 24 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

world-economy  World Economy

Demi Menggerus Defisit, BI Tidak akan Ubah Kebijakan

Selasa, 24 Juni 2014 14:33 WIB
Dibaca 524

Monexnews -  Bank Indonesia (BI) hampir pasti tidak akan mengubah pola kebijakan moneternya sampai akhir tahun 2014. Iklim pengetatan moneter saat ini dinilai masih harus dipertahankan untuk mengimbangi beban defisit neraca transaksi berjalan.

"Defisit neraca berjalan pada kuartal II kemungkinan lebih besar dibandingkan triwulan sebelumnya," ujar Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, seperti dilansir oleh Dow Jones Newswires hari ini (Selasa 24/06). Masih menurutnya, defisit membengkak lebih karena faktor musiman. "Kami ingin agar semua masyarakat dan pelaku bisnis menolong kami untuk mengurangi defisit ke bawah 3% (dari nilai produk domestik bruto)," tambah Agus.

Komentar orang nomor satu di bank sentral itu memperkuat asumsi bahwa BI memiliki prioritas utama untuk menggerus nilai defisit. Suku bunga tinggi akan dipertahankan walaupun tidak bisa dipungkiri kalau efeknya tidak bagus terhadap perekonomian.

Kombinasi kebijakan pemerintah dalam setahun terakhir memang berhasil menjinakkan inflasi dan menjaga nilai tukar Rupiah. Namun di sisi lain, pengetatan moneter yang berlangsung lama juga ikut menghambat laju pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Kenaikan nilai produk domestik bruto Indonesia tercatat hanya sebesar 5.21% dibandingkan tahun lalu atau di bawah perkiraan 5.6%. Selain dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga sebanyak total 175 basis poin antara bulan Juni dan November 2013, pelemahan kinerja ekonomi juga dipicu oleh larangan ekspor mineral mentah ke luar negeri yang berlaku mulai awal tahun ini.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar