Minggu, 22 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Demi Stabilitas Moneter, Bank Indonesia akan Terima Perlambatan Ekonomi

Senin, 5 Mei 2014 14:51 WIB
Dibaca 511

Monexnews - Bank Indonesia (BI) dijadwalkan menggelar pertemuan rutin bulanannya pekan ini. Otoritas moneter diprediksi tidak akan mengubah suku bunga untuk sementara waktu meskipun laju ekonomi sedang melambat. 

Kombinasi kebijakan pemerintah dalam setahun terakhir memang berhasil menjinakkan inflasi dan menjaga nilai tukar Rupiah. Namun di sisi lain, pengetatan moneter yang berlangsung lama juga ikut menghambat laju pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Kenaikan nilai produk domestik bruto Indonesia tercatat hanya sebesar 5.21% dibandingkan tahun lalu atau di bawah perkiraan 5.6%. Selain dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga sebanyak total 175 basis poin antara bulan Juni dan November 2013, pelemahan kinerja ekonomi juga dipicu oleh larangan ekspor mineral mentah ke luar negeri yang berlaku mulai awal tahun ini.

Pun demikian, pelaku pasar keuangan menilai bank sentral belum akan mengubah strategi moneternya pada pertemuan bulan ini. Fokus utama masih seputar perbaikan stabilitas makroekonomi, termasuk mempertahankan upaya penurunan defisit transaksi neraca berjalan. "BI kemungkinan tidak mengubah suku bunga dari level 7.5% tahun ini," ujar Santitarn Sathirathai, Ekonom Credit Suisse, kepada Dow Jones Newswires. Suku bunga yang lebih rendah akan mendorong gairah bisnis dan ekonomi tanah air, namun hal itu juga akan menambah tekanan inflasi dan mengancam pos defisit neraca transaksi berjalan yang sudah kadung membengkak. Kalkulasi inilah yang akan dipakai oleh bank sentral dalam pengambilan keputusan suku bunganya. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar