Sabtu, 25 Maret 2017

world-economy  World Economy

Dibayangi Deflasi, China akan Perlonggar Sabuk Moneter

Selasa, 10 Februari 2015 10:07 WIB
Dibaca 508

 

Monexnews - Setelah mengalami pertumbuhan ekonomi pesat, China kini menghadapi ancaman deflasi seiring dengan kelesuan ekonominya. Oleh karena itulah beberapa bank investasi memperkirakan pemerintahnya akan segera mengeluarkan kebijakan moneter yang lebih longgar. 

Seperti diberitakan sebelumnya, tingkat harga konsumen (CPI) China tumbuh dalam laju paling lambat selama lima tahun terakhir di bulan Januari 2015. CPI hanya naik 0,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 dan berada di bawah hasil estimasi survei Bloomberg yang sebesar 1%.

Permintaan domestik yang lemah diiringi oleh penurunan harga komoditas telah menghambat laju inflasi. Bank investasi ANZ memprediksi bank sentral akan kembali memangkas suku bunga simpanan sebanyak 25 basis poin di kuartal I, dan menurunkan giro wajib minimum perbankan sebesar 50 basis poin di kuartal II untuk melawan risiko deflasi dan arus modal keluar dari pasar keuangan. "Angka inflasi yang rendah menunjukkan adanya risiko deflasi di China sehingga diperlukan kebijakan moneter yang lebih longgar lagi," demikian urai ANZ dalam laporan hariannya. (dim)

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar