Jumat, 21 Juli 2017

world-economy  World Economy

Direktur Pelaksana Bank Dunia: Depresisasi Rupiah Dapat Diantisipasi dari Dua Indikator

Rabu, 21 Agustus 2013 10:50 WIB
Dibaca 840

Monexnews - Depresiasi nilai tukar rupiah yang terjadi akhir-akhir ini dapat berasal dan diantisipasi dari dua indikator. Menurut Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, kedua indikator tersebut yaitu indikator sentimen dan indikator fundamental. "Indikatornya bisa sentimen dan bisa juga fundamental. Jika sentimen bisa diatasi oleh pesan pemerintah dari sisi kejelasan arah kebijakan, baik dari otoritas fiskal, moneter, menko perekonomian hingga presiden," jelasnya.

Ada beberapa indikator sentimen yang menyebabkan rupiah terus terdepresiasi, salah satunya berasal dari pelemahan ekspor, terutama dari sisi volume. Pihaknya mengatakan, kondisi ekspor RI memang tergantung dari pasar global juga, salah satunya China. "Kondisi pelemahan ekonomi China akan menyebabkan export driven tidak bisa lagi menjadi andalan. Tapi kalau mau mengubah menjadi demand driven, tidak berarti bisa otomatis, sebab ada implikasi ke neraca perdagangan yang juga berdampak ke nilai tukar," imbuhnya.

Menurutnya kinerja ekspor RI telah menggerus neraca pembayaran Indonesia. Neraca pembayaran tersebut merupakan indikator fundamental yang mendorong terjadinya pelemahan rupiah belakangan ini. Ia mengungkapkan, selain kondisi neraca pembayaran, indikator fundamental juga dapat berasal dari kondisi fiskal, kondisi moneter, dan kondisi sektor keuangan. "Pemerintah perlu menjelaskan apakah fundamentalnya terjaga dengan baik. Sementara, dari sektor keuangan, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sudah menjelasakan bahwa kondisi mereka baik," ucapnya. (ak)

 

sumber: Rilis Resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

(www.depkeu.go.id)

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar