Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news Klaim Pengangguran AS naik ke 234K pekan lalu,sebelumnya 232K, perkiraan 238K

world-economy  World Economy

Dirjen Anggaran: Cash Flow Pemerintah Masih dalam Posisi Wajar

Kamis, 13 Februari 2014 13:37 WIB
Dibaca 617

Monexnews - Kementerian Keuangan memastikan cash flow pemerintah dalam posisi aman. Hal ini diungkapkan Direktur Jendral (Dirjen) Anggaran Askolani di Jakarta pada Rabu (12/2).

Ia menjelaskan, meskipun realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Januari 2014 sebesar Rp5,3 triliun, pemerintah masih memiliki dana cash yang berasal dari realisasi penyerapan Surat Berharga Negara (SBN). Realisasi defisit tersebut sesuai dengan rencana dan masih dalam posisi wajar. "Defisit seolah-olah memang naik, soalnya kenapa? Misalnya defisit ya, angka Januari pendapatan 4, belanja 10, jadi defisitnya 6 ya. Padahal angka di bawah pembiayaan itu (ada) 20, pembiayaan 20 itu nutup cash," jelasnya.

Seperti diketahui, per 31 Januari 2014 realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp91,46 triliun atau 5,5 persen dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp1.667 triliun. Sementara, belanja negara mencapai Rp96,84 triliun atau 5,3 persen dari pagu sebesar Rp1.842,49 triliun. Defisit anggaran sendiri mencapai Rp5,38 triliun atau 3,1 persen dari pagu sebesar Rp175,354 triliun, dengan dominasi berasal dari SBN. Sementara itu, pembiayaan defisit sudah mencapai Rp80.635 triliun atau 46 persen dari pagu Rp175,359 triliun.

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan data Kemenkeu, realisasi penerbitan SBN sepanjang Januari 2014 mencapai Rp80,95 triliun atau 39,5 persen dari pagu Rp205,068 triliun. Menurut Dirjen Anggaran, penerbitan SBN yang mencapai 39,5 persen dari pagu sesuai dengan strategi front loading yang ditetapkan oleh pemerintah. Strategi front loading ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian. “Permintaan pasar pada awal tahun cukup tinggi, hingga mencapai empat kali lipat target indikatifnya. Apabila Kemenkeu tidak menerapkan strategi tersebut, maka dikhawatirkan peluang pembiayaan tersebut akan diambil oleh negara lain,” tuturnya.(ans)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan


 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar